Skripsi
Pengaruh larva plutella xylostella L yang terparasit dan tidak terparasit oleh diadegmasemiclausum (Hellen) terhadap luas kerusakan daun kubis (Brassica oleracae L.) / Novy Kurniasih
Abstrak
ABSTRAK Kurniasih Novy. 2009. Pengaruh Larva P. xylostella yang Terparasit dan Tidak Terparasit oleh D. semiclausum Terhadap Luas Kerusakan Daun Kubis (Brassicca oleraceae). Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sofia Ery Rahayu S. Pd. M.Si (II) Ir. Handoko M.Sc. Kata kunci Diadegma semiclausum Plutella xylostella kerusakan daun kubis. Parasitoid Diadegma semiclausum merupakan musuh alami dari larva P. xylostella. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan larva P. xylostella pada kubis adalah adanya lubang pada daun kubis. Untuk mengetahui pengaruh D. semiclausum pada larva P. xylostella terhadap kerusakan daun kubis dilakukan dengan jalan menghitung luas kerusakan daun kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh tingkat instar larva Plutella xylostella yang berbeda terhadap kerusakan daun kubis (Brassica oleraceae) (2) pengaruh tingkat instar larva Plutella xylostella yang terparasit dan tidak terparasit oleh Diadegma semiclausum terhadap kerusakan daun kubis (Brassica oleraceae) dan (3) hubungan antara tingkat instar larva Plutella xylostella yang berbeda dengan kondisi terparasit dan tidak terparasit oleh Diadegma semiclausum terhadap kerusakan daun kubis (Brassica oleraceae). Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu larva P. xylostella instar 2 3 dan 4 yang terparasit oleh D. semiclausum serta larva P. xylostella instar 2 3 dan 4 yang tidak terparasit oleh D. semiclausum. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2009 dan Lokasi Penelitian di laksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman BPTP Jatim dan di Screen BPTP Jatim Jl. Raya Karangploso Malang. Obyek dalam penelitian ini adalah larva P. xylostella instar 2 3 dan 4 sebanyak 150 larva. Perlakuan dalam penelitian ini dengan cara meletakkan selembar daun kubis pada cawan petri kemudian diberi 5 larva P. xylostella yang terparasit oleh D. Semiclausum dan larva P. xylostella yang tidak terparasit pada setiap cawan petri perlakuan. Setelah aplikasi selama 24 jam kemudian lubang kerusakan pada daun kubis dijiplak pada kertas yang sudah ditentukan berat dan luasnya hasil jiplakan tersebut ditimbang. Data berupa luas kerusakan dianalisis dengan menggunakan uji analisis variansi ganda (ANAVA GANDA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat instar P. xylostella berpengaruh terhadap kerusakan daun kubis (B. oleraceae). Tingkat instar pada kondisi larva P. xylostella yang terparasit dan tidak terparasit oleh D. semiclausum berpengaruh terhadap kerusakan daun kubis (B. oleraceae) dan tidak ada hubungan antara tingkat instar larva P. xylostella yang terparasit dan tidak terparasit oleh D. semiclausum terhadap kerusakan daun kubis (B. oleraceae).