Skripsi
Penggunaan teknik modeling dengan fokus transfer model Dalam pembelajaran menulis untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP negeri 1 sukodono Lumajang / Priyanto Tri Laksono
Abstrak
Dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP/MTs disebutkan bahwa menulis teks berita merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa khususnya siswa kelas VIII. Keterampilan menulis teks berita harus dibina secara intensif dan berulang-ulang. Hal ini dikarenakan pembelajaran menulis merupakan kegiatan yang bersifat rekursif artinya kegiatan menulis harus dilakukan berulang-ulang diperlukan perbaikan dan tidak langsung sekali jadi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada studi pendahuluan di SMP Negeri 1 Sukodono Lumajang diketahui bahwa teknik dan media pembelajaran yang digunakan dalam menulis teks berita masih kurang tepat. Kondisi seperti itu menyebabkan kegiatan belajar siswa tidak aktif dan hasil belajar siswa belum maksimal. Selain itu siswa juga mengalami kendala dalam menulis teks berita. Kendala yang dialami siswa dalam menulis teks berita adalah (1) siswa kesulitan ketika menyusun judul berita yang baik dan menarik (2) siswa kesulitan dalam menyusun lead (teras berita) dan body (tubuh berita) dan (3) siswa kesulitan dalam menggunakan bahasa yang baik dan benar saat menulis naskah berita. Hambatan atau kesulitan ini muncul karena siswa tidak diberikan contoh naskah berita yang sebenarnya. Jadi siswa belum bisa menganalisis unsur-unsur atau aspek apa saja yang terdapat dalam naskah berita. Masalah tersebut disebabkan oleh kurang tepatnya teknik dan media pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis teks berita. Untuk itu perlu dicarikan sebuah teknik baru yang inovatif dalam mengatasi masalah tersebut. Peneliti dan guru mata pelajaran sepakat untuk menerapkan teknik transfer model sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa. Teknik transfer model memiliki tiga aktivitas utama yaitu (1) mengamati contoh teks berita dari berbagai media massa (2) menemukan aspek-aspek berita dan ciri khas bahasa berita pada berbagai media massa dan (3) mentransfer hasil temuan menjadi teks berita secara utuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada empat aspek yakni (1) mengembangkan judul berita (2) mengembangkan teras berita (3) mengembangkan tubuh berita dan (4) penggunaan bahasa berita. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif karena peneliti berusaha untuk menggambarkan fakta objek dan data-data sebagaimana adanya. Data-data tersebut dapat berupa kata-kata produk gejala dan proses belajar pada siswa. Oleh karena itu sebagian data tersebut berupa data kualitatif yang tidak perlu dikuantifikasikan atau nonnumerik yang berupa angka. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pemilihan rancangan ini sesuai dengan karakteristik PTK yaitu permasalahan penelitian yang diangkat untuk dipecahkan bermula dari persoalan pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini meliputi lima hal pokok yaitu (1) studi pendahuluan (2) perencanaan tindakan (3) pelaksanaan tindakan (4) identifikasi masalah dan (5) refleksi hasil tindakan. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 01 Sukodono Lumajang lebih dikhusukan pada kelas VIII B. Sekolah tersebut berada di tengah-tengah kota Lumajang dan termasuk dalam RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) sejak tahun 2007 hingga sekarang. Jumlah siswa sekitar 35 setiap kelas untuk kelas non-RSBI dan 24 siswa untuk kelas RSBI. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru peneliti dan 22 siswa dari 24 siswa kelas VIII SMP Negeri 01 Sukodono Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik transfer model dalam pembelajaran menulis teks berita dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas VIII SMP Negeri 01 Sukodono Lumajang. Peningkatan ini ditunjukkan dari bertambahnya persentase kemampuan menulis siswa dari studi pendahuluan hingga siklus II. Pada tahap studi pendahuluan persentase siswa yang memperoleh kualifikasi sangat kurang adalah sebesar 22 7% atau 5 siswa dari 22 siswa. Persentase siswa yang memperoleh kualifikasi kurang adalah sebesar 22 7% atau 5 siswa dari 22 siswa Demikian pula persentase siswa yang mendapatkan kualifikasi cukup baik adalah sebesar 27 2% atau 6 siswa dari 22 siswa. Sementara untuk persentase siswa yang memperoleh kualifikasi baik mencapai 27 2% atau 6 siswa dari 22 siswa. Pada tahap siklus I persentase siswa yang memperoleh kualifikasi sangat baik sebesar 22 7% atau 5 siswa dari 22 siswa. Selanjutnya persentase siswa yang memperoleh kualifikasi baik sebesar 54 5% atau 12 siswa dari 22 siswa dan persentase siswa yang memperoleh kualifikasi cukup baik sebesar 13 6% atau 3 siswa dari 22 siswa. Sedangkan siswa yang memperoleh kualifikasi kurang sebesar 9% atau hanya 2 siswa dari 22 siswa. Pada tahap siklus II seluruh siswa sudah berhasil mencapai SKM. Tidak ada lagi siswa yang masuk dalam kualifikasi sangat kurang kurang dan cukup baik. Siswa terbagi dalam dua kualifikasi saja yaitu baik dan sangat baik. Persentase siswa yang memperoleh kualifikasi sangat baik sebesar 68 1% atau 15 siswa dari 22 siswa. Sementara presentase siswa yang memperoleh kualifikasi baik sebesar 31 8% atau 7 siswa dari 22 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini telah diperoleh data bahwa penggunaan teknik transfer model mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Oleh karena itu disarankan kepada guru untuk menggunakan teknik transfer model dalam pembelajaran menulis teks berita atau pembelajaran menulis yang lainnya. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan teknik pembelajaran yang lain di samping teknik transfer model. Selain itu penelitian ini juga dapat dikaji lebih mendalam lagi dengan menggunakan kriteria evaluasi dan pendekatan yang berbeda mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Dengan demikian hasil penelitian selanjutnya dapat memperkaya pengetahuan mengenai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks berita.