Tugas Akhir
Peningkatan hasil belajar IPA melalui implementasi sortir kartu dan mencari pasangan siswa kelas III SDN Kauman 1 Kota Blitar / Suprieni
Abstrak
Dari hasil pengamatan pada beberapa sekolah dasar di kota blitar menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada saat ulangan harian/formatif yang dilakukan hanya mencapai 68 (enam delapan) padahal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan guru adalah 71. Pencapaian ini masih kurang dari target. Maka dari itu penulis akan melakukan perbaikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) khususnya mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan metode sortir kartu dan mencari pasangan. Sebab dengan metode sortir kartu dan mencari pasangan siswa dapat merangsang pikiran dan meningkatkan daya pikir siswa untuk menemukan permasalahan dengan memberikan stimulus-stimulus tertentu. Dengan hal yang demikian guru dapat menjajaki sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan. Sehingga KBM yang telah berlangsung bisa terlaksana sesuai dengan apa yang diharapakan sesuai dengan targetnya. Berdasarkan harapan ini maka penelitian ini akan mengkaji permasalahan sebagai berikut (1). Apakah penerapan metode sortir kartu dan mencari pasangan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar (2). Bagaimanakah peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar dengan diterapkan metode sortir kartu dan mencari pasangan Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1). Mengetahui apakah metode sortir kartu dan mencari pasangan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar. (2) Mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kauman 1 Kota Blitar dengan diterapkan metode sortir kartu dan mencari pasangan tersebut. Penelitian ini mengunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahapan observasi yaitu (1) tahap perencanaan tindakan (2) tahap pelaksanaan tindakan (3) tahap observasi (4) tahap refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri Kauman 1 Kota Blitar. Sedangkan data yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari nilai rata-rata 68 pada siklus I atau pra tindakan. setelah mengalami tindakan yaitu pengimplementasian metode yang di pakai oleh peneliti hasil belajar siswa meningkat ditandai dengan meningkatnya hasil rata-rata evaluasi pada siklus II yaitu 80.4. Berdasarkan hasil analisa PTK ini guru diharapkan mampu menyampaikan materi dengan cara yang variatif tidak hanya dengan keterangan lisan atau tulisan yang ada di buku melainkan dengan menggunakan alat bantu pembelajaran seperti kartu atau dengan membuat kelompok berpasangan agar siswa menjadi lebih aktif dan merasa senang selama kegiatan belajar mengajar.