Tugas Akhir
Implementasi pakem melalui olah pikir sejoli untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis pantun di kelas IV SDN Kepanjenlor III kota Blitar / Hari Tutik Purwanti
Abstrak
Dari hasil pengamatan pada beberapa sekolah dasar di kota Blitar menunjukkan bahwa pengajaran pantun di tingkat sekolah dasar khususnya kelas IV masih sering dijumpai siswa mengalami kesulitan untuk memahami dan membuat pantun anak-anak sederhana. padahal Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan guru adalah 71. Pencapaian ini masih kurang dari target. Maka dari itu penulis akan melakukan perbaikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia dengan materi pantun anak-anak. Alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan implementasi PAKEM melalui olah pikir sejoli dan mencari pasangan untuk merangsang pikiran dan meningkatkan daya pikir siswa untuk menemukan permasalahan dengan memberikan stimulus-stimulus tertentu. Dengan hal yang demikian guru dapat menjajaki sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan. Sehingga KBM yang telah berlangsung bisa terlaksana sesuai dengan apa yang diharapakan/sesuai dengan targetnya. Berdasarkan harapan peneliti maka penelitian ini akan mengkaji permasalahan sebagai berikut (1). Apakah hnplementasi PAKEM melalui Olah Pikir Sejoli dan Mencari Pasangan dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis pantun anak dalam berbagai tema di kelas IV SDN Kepanjenlor 3 Kota Blitar (2). Apakah pembelajaran PAKEM melalui Olah Pikir Sejoli dan Mencari Pasangan dapat meningkatkan aktivitas siswa Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1). Mengetahui apakah penerapan pembelajaran PAKEM melalui metode Olah Pikir Sejoli dan Mencari Pasangan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis pantun anak dalam berbagai tema (2) Mengetahui penerapan pembelajaran PAKEM melalui Olah Pikir Sejoli dan Mencari Pasangan dapat meningkatkan aktivitas siswa atau tidak . Penelitian ini mengunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahapan observasi yaitu (1) tahap perencanaan tindakan (2) tahap pelaksanaan tindakan (3) tahap observasi (4) tahap refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Kepanjenlor 3 Kota Blitar. Sedangkan data yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi dan lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari nilai rata-rata 66 pada siklus I atau pra tindakan. setelah mengalami tindakan yaitu pengimplementasian metode yang di pakai oleh peneliti hasil belajar siswa meningkat ditandai dengan meningkatnya hasil rata-rata evaluasi pada siklus II yaitu 80. Berdasarkan hasil analisa PTK ini guru diharapkan mampu menyampaikan materi dengan cara yang variatif tidak hanya dengan keterangan lisan atau tulisan yang ada di buku malainkan dengan menggunakan alat bantu pembelajaran seperti kartu atau dengan membuat kelompok berpasangan agar siswa menjadi lebih aktif dan merasa senang selama kegiatan belajar mengajar