Skripsi
Implementasi kebijakan retribusi samaph di kota Pasuruan (Studi pada pemerintah Kota Pasuruan) / Santi Septyowati
Abstrak
i ABSTRAK Septyowati Santi. 2009. Implementasi Kebijakan Retribusi Sampah di Kota Pasuruan (Studi pada Pemerintah Kota Pasuruan). Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Arbaiyah Prantiasih M.Si (2) Rusdianto Umar S.H M.Hum. Kata kunci Implementasi Kebijakan Retribusi sampah PAD salah satu komponen sumber penerimaan keuangan daerah disamping penerimaan lainnya yang berupa bagi hasil pajak dan bukan pajak sumbangan dan bantuan dari penerimaan dari pemerintah diatasnya serta pinjaman daerah. Guna menunjang peningkatan PAD khususnya sektor retribusi daerah perlu adanya kebijakan-kebijakan tertentu dari pemerintah daerah yang mendukung terhadap pemungutan retribusi agar mampu memberikan kontribusi yang berarti. Kebijakan tersebut hendaknya disesuaikan dengan kondisi potensi yang dimiliki daerah yang bersangkutan sehingga mampu dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. Retribusi pelayanan persampahan/kebersihan sebagai salah satu jenis retribusi jasa umum dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masyarakat akan merasakan manfaatnya dan tentunya didukung dengan kesadaran yang tinggi maka akan mencapai visi misi dan tujuan dari Kota Pasuruan. Permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut (1) Bagaimana implementasi kebijakan retribusi sampah di Kota Pasuruan (2) Bagaimana kendala-kendala yang dihadapi dalam pemungutan retribusi sampah tersebut (3) Bagaimana upaya Pemerintah Kota Pasuruan untuk mengatasi kendalakendala yang selama ini menghambat kelancaran pemungutan retribusi sampah tersebut Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang mencoba mendeskripsikan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Penelitian ini dilakukan di Pemerintah Kota Pasuruan. Informan terdiri dari para pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan. Analisis data dilakukan dengan cara menggunakan teknik model interaktif yaitu reduksi data display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data maka dilakukan perpanjangan kehadiran ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan retribusi sampah di Kota Pasuruan menggunakan pedoman Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2000 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan dan Keputusan Walikota Pasuruan No. 658.1/101/423.012/2006 tentang pelaksanaan pemungutan retribusi pelayanan kebersihan/persampahan sebagai acuannya. Kendala-kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan kebijakan retribusi sampah di Kota Pasuruan antara lain (a) kurangnya kesadaran wajib retribusi dan upaya masyarakat untuk membayar retribusi sampah/kebersihan terutama PKL (Pedagang Kaki Lima) (b) tingkat pelayanan pengelolaan persampahan yang ada belum maksimal hal tersebut disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana yang ii ada. Sarana dan prasarana yang pada saat ini sebagian telah mengalami kerusakan dan perlu mendapat perbaikan maupun penggantian (c) belum efektifnya sanksi terhadap Pelanggaran Hukum mengenai kebersihan (d) sering terjadi keterlambatan dalam pengangkutan sampah sehingga warga enggan untuk membayar retribusi kebersihan secara teratur (e) masih kurangnya penerangan jalan dan kurang tertatanya taman-taman di Kota Pasuruan sehingga masyarakat enggan untuk membayar retribusi kebersihan secara teratur (f) minimnya biaya operasional pemeliharaan. Sementara upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang selama ini menghambat kelancaran pemungutan retribusi sampah / kebersihan (a) meningkatkan kualitas prasarana dan sarana pendukung wilayah seperti pembangunan dan pemeliharaan saluran limbah domestik pengadaan sarana sanitasi limbah cair/padat (b) menciptakan tata ruang kota yang berwawasan lingkungan (c) meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup. Berdasarkan temuan penelitian di atas dikemukakan saran sebagai berikut (1) mendorong peran aktif masyarakat peran media massa organisasi pemuda dan kemasyarakatan serta pimpinan informal dipandang sangat strategis untuk dapat menjadi motivator dilingkungan masing-masing (2) adanya penambahan sarana dan prasarana kebersihan sehingga dapat meningkatkan pelayanan kebersihan dan keindahan kota (3) perlu peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi petugas sehingga dapat meningkatkan kinerjanya dan penambahan personil khususnya untuk pelayanan kebersihan (4) penyiapan kelengkapan produk-produk hukum yang memadai serta adanya koordinasi yang baik antara lembaga terkait yang ada di Kota Pasuruan utamanya alat penegak hukum. 8 8