Skripsi
Analisis perbedaan kesehatan bank syariah dan bank konvensional / Rendra Cahya Samudra
Abstrak
Perusahaan menyusun laporan keuangannya atas dasar asumsi kelangsungan usaha. Suatu usaha akan tetap ada apabila perusahaan tersebut ada dalam kondisi yang sehat. Krisis ekonomi global banyak menyebabkan perusahaan-perusahaan khususnya perbankan menjadi tidak sehat dan akhirnya bangkrut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana melihat kesehatan bank dan membandingkan antara bank syariah dan bank konvensional.Sehubungan dengan mulai dilihatnya bank syariah sebagai bank sehat dengan minim resiko. Dalam penelitian ini digunakan sepuluh rasio untuk melihat kesehatan bank yaitu ROA ROE GOM CG LA LE LF TE DDM CR. Dari sepuluh rasio di atas peneliti menggunakan alat analisis yaitu Multiple Discriminant Analysis. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dan tiga perbankan syariah mulai tahun 2005-2008. Kemudian dengan mengunakan metode purposif sampling ditentukan bahwa sampel penelitian adalah 6 perusahaan dimana terdapat 3 perusahaan murni konvensional (tidak mempunyai unit syariah) dan 3 perusahaan murni syariah (bukan unit syariah dari bank konvensional). Penelitian ini menguji hipotesis dengan metode analisis discriminant.Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel yang paling bias mendiscriminankan adalah ROA dan GOM. Hal ini mengindikasikan bahwa rasio ini dapat digunakan untuk melihat dan membandingkan kesehatan perusahaan perbankan. Dengan ketiga rasio di atas peneliti mendapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan kesehatan antara bank konvensional dan bank syariah. Hal ini ditunjukkan dengan bank syariah mempunyai nilai rata-rata Z-Score sebesar 0 449667dan bank konvensional sebesar -0 44567. Jadi dapat disimpulkan bahwa bank syariah dapat bersaing dengan bank konvensional.