Skripsi
Penerapan model problem based learning untuk peningkatan aktifitas dan hasil belajar pembuatan blog pada siswa SMA Negeri 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan / Vebriyanti Dwi Anggraini
Abstrak
ABSTRAK Dwi Anggraini Vebriyanti. 2010. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Peningkatan Aktifitas dan Hasil Belajar Pembuatan Blog Pada Siswa SMA Negeri 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan. Skripsi Jurusan Teknik elektro Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Setiadi C.P. M.T. M.Pd. (2) Drs. Slamet Wibawanto M.T. Kata Kunci Problem Based Learning Aktifitas Belajar Hasil Belajar Pembuatan Blog. Berdasarkan pengalaman mengajar di kelas XI IPS2 SMA Negeri 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan diketahui terdapat beberapa permasalahan pada pembelajaran TIK. Permasalahan tersebut antara lain (1) guru menggunakan metode ceramah (2) aktifitas siswa kurang (3) interaksi siswa dengan siswa kurang dan (4) hasil belajar rendah. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) melalui Penelitian tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Siklus yang dirancang adalah 2 siklus dengan menggunakan model siklus Kemmis dan Taggart (1997). Setiap siklus terdiri dari empat tahap (1) perencanaan tindakan (2) pelaksanaan tindakan (3) pengamatan atau observasi dan (4) refleksi. Target peningkatan nilai aktifitas pada siklus II direncanakan sebesar 20% dari pencapaian nilai aktifitas siklus I pada setiap tahap-tahap dalam PBL. Sedangkan target ketuntasan hasil belajar pada siklus I dan siklus II sebesar 80% dari jumlah siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan sebanyak 30 siswa terdiri atas 16 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar pembuatan blog pada siswa SMA Negeri 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan. Perolehan skor rata-rata komponen aktifitas siswa pada siklus I sebesar 56 7 meningkat sebesar 25 3 pada siklus II dengan perolehan skor rata-rata komponen aktifitas siswa sebesar 82. Sedangkan perolehan skor rata-rata formatif siswa meningkat dari rata-rata sebelumnya (pretest) sebesar 66 menjadi 72 4 pada siklus I dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 50% dan meningkat lagi menjadi 84 2 pada siklus II dengan persentase 100%. Dengan berpijak pada hasil penelitian peneliti menyarankan agar dalam pelaksanaaan pembelajaran di sekolah Problem Based Learning (PBL) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi guru dalam pembelajaran untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar khusunya pada mata pelajaran TIK di SMA dan dapat digunakan sebagai acuan kerjasama lebih lanjut antara Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dengan masyarakat umumnya dan para guru di sekolah khususnya dalam mensosialisasikan produk-produk dan kajian-kajian di Perguruan Tinggi.