UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap intensi turnover melalui komitmen organisasi karyawan (Studi pada karyawan PT. Hero Sakti Motor Gemilang Malang) / Andri Kurniawan

Kurniawan, Andri - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Kurniawan Andri. 2009. Pengaruh Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Intensi Turnover Melalui Komitmen Organisasi Karyawan (Studi pada karyawan PT. Hero Sakti Motor Malang).Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.M.Arief M.si (II) Drs.I. Nyoman Suputra M.si. Kata Kunci Kepuasan Kerja Komitmen Karyawan Intensi Turnover Kinerja suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kondisi dan perilaku karyawan yang dimiliki perusahaan tersebut. Fenomena yang seringkali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat dirusak baik secara langsung maupun tidak oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku karyawan tersebut adalah keinginan berpindah (intensi turnover) yang berujung pada keputusan karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya. Sebagai upaya untuk menekan terjadinya turnover karyawan perusahaan dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang dapat menarik minat seorang karyawan untuk tetap bekerja dan berkarya dengan sumber daya yang dimilikinya. Usaha untuk mengurangi keinginan keluar kerja (turnover intentions) ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. faktor-faktor kepuasan kerja dapat mempengaruhi komitmen karyawan pada organisasi. Kepuasan kerja nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya. Sebaliknya karyawan yang tidak terpuaskan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan pekerjaan nampak memiliki sikap negatif yang mencerminkan kurangnya komitmen mereka terhadap perusahaan seperti sering mangkir produktivitas rendah perpindahan karyawan tingginya tingkat kerusakan timbulnya kegelisahan serta terjadinya tuntutan-tuntutan yang berakhir dengan mogok kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap intensi turnover dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komitmen organisasi karyawan sebagai variabel penengah (intervening variable). Sesuai dengan rancangan konsep penelitian ini maka penelitian ini menggunakan analisis jalur yang merupakan penerapan dari regresi berganda (multiple regression analysis). Dari teknik tersebut akan diketahui pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan melalui variabel intervening. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel Kepuasan Kerja (X) variabel Komitmen Karyawan (Z) dan variabel Turnover intentions (Y). Untuk kepentingan ii penulis mengadakan suatu penelitian pada PT. Hero Sakti Motor Gemilang di Malang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tercatat 65 karyawan pada PT.HSMG.Sedangkan dalam penarikan sampel digunakan metode Proportioned Stratified Random Sampling dan diperoleh hasil sebesar 40 responden. Jumlah ini dianggap memenuhi batasan sampel yang telah diisyaratkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan kuesioner (penyebran daftar pertanyaan). Adapun metode analisis yang digunakan dalam perhitungan adalah analisis inferensial dan analisis jalur. Pada pengujian hipotesis pertama hasil uji analisis regresi antara variabel kepuasan kerja (X) dan variabel komitmen organisasi (Z) dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi korelasi positif atau searah antara variabel kepuasan kerja (X) dan variabel komitmen organisasi (Z). Artinya bila kepuasan kerja meningkat maka komitmen organisasi karyawan juga akan meningkat. Dan terjadi pengaruh yang signifikan antara keduanya. Ini dibuktikan dengan besaran nilai b 0 484 sig 0 002 dan nilai R2 0 235. Pada pengujian hipotesis kedua hasil uji analisis regresi antara variabel Kepuasan Kerja (X) Terhadap Intensi Turnover (Y) dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi korelasi negatif antara variabel Kepuasan kerja (X) Terhadap Intensi Turnover (Y). Artinya bila kepuasan kerja meningkat maka intensi turnovernya akan menurun. Dan terjadi pengaruh yang signifikan antara keduanya. Ini dibuktikan dengan besaran nilai b -0 404 sig 0 010 dan nilai R2 0 163. Dari hasil uji analisis regresi antara variabel komitmen organisasi (Z) Terhadap intensi turnover (Y) dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi korelasi negatif antara variabel komitmen organisasi (Z) terhadap intensi turnover (Y) tetapi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan antara keduanya. Ini berarti perubahan variabel komitmen organisasi tidak mempengaruhi secara signifikan perubahan intensi turnover. Ini dibuktikan dengan besaran nilai b -0 252 sig 0 116 dan nilai R2 0 064. Dari hasil uji analisis jalur antara variabel kepuasan kerja (X) terhadap intensi turnover (Y) melalui komitmen organisasi (Z) sebagai variabel intervening didapatkanh koefisien determinasi yaitu sebesar 0 167 dapat disimpulkan bahwa 16 7% perubahan variabel Y (Intensi Turnover) disebabkan oleh perubahan variabel X (Kepuasan Kerja) dan Z (Komitmen Organisasi) sedangkan sisanya 83 3% disebabkan oleh faktor lain di luar perubahan variabel X (Kepuasan Kerja) dan Z (Komitmen Organisasi). Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa variabel komitmen organisasi (Z) tidak dapat memediasi pengaruh kepuasan kerja (X) terhadap intensi turnover (Y). Dari nilai interprestasi hasil analisis yang didapatkan yaitu 0 366 dapat ditarik kesimpulan bahwa model penelitian ini berinterprestasi korelasi rendah yaitu berada pada rentang skala 0 20-0 399. Artinya 36 6% data dapat dijelaskan oleh model penelitian ini sedangkan sisanya 63 4% dijelaskan oleh variabel yang tidak ikut diteliti dalam penelitian ini. Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa komitmen terhadap organisasi yang dimiliki karyawan pada PT. Hero Sakti Motor Gemilang bukan merupakan faktor penentu yang dapat mempengaruhi niat karyawan untuk berhenti kerja. Intensi turnover yang terjadi lebih dapat disebabkan oleh kondisi kepuasan kerja yang dirasakan karyawan. Untuk menekan tingkat intensi turnover karyawan perusahaan perlu memperhatikan tingkat kebutuhan dan keinginan (need and demand) karyawan yang terjadi selama ini langkah nyata yang dapat dilakukan yaitu dengan berusaha melakukan pendekatan secara baik kepada karyawan dengan harapan segala bentuk permasalahan yang menyangkut kepuasan kerja karyawan di perusahaan dapat terselesaikan dengan baik sehingga tidak menghambat aktivitas yang dilakukan perusahaan dan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan untuk kedepannya. Pihak manajemen diharapkan untuk tetap melakukan eveluasi atas kinerja yang telah dicapai oleh karyawan hal tersebut dalam rangka untuk proses pengendalian atas komitmen para karyawan dalam bekerja di perusahaan dengan harapan dapat tercipta komitmen yang tinggi para karyawan selama bekerja di perusahaan.


Informasi Detail
DDC
Rs 658.314 KUR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Jurusan Manajemen, 2009.
Deskripsi Fisik
xi, 107 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01715/KI/10
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. KEPUASAN KERJA
2. TURNOVER, INTENSI

Pembimbing
1. M. ARIEF ; 2. I NYOMAN SUPUTRA
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik