Skripsi
Studi pembelajaran tari jathil pada mata pelajaran muatan lokal seni reog di SMP 1 Jetis Ponorogo sebagai upaya pelestarian kesenian daerah setempat / Nanda Rochmahningtyas
Abstrak
Ponorogo merupakan kota yang terkenal dengan kesenian Reog. Salah satu usaha pemerintah daerah Ponorogo untuk melestarikan kesenian daerah setempat dengan memasukkannya pada mata pelajaran muatan lokal. SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo merupakan satu-satunya SMP yang menjadikan kesenian reog sebagai mata pelajaran muatan lokal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi persiapan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran tari Jathil pada mata pelajaran muatan lokal serta mengetahui cara mengatasi factor penghambat. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian diskriptif. Subyek penelitian guru dan siswa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara observasi dan dokumen. Analisis yang dilakukan dengan mengorganisasikan data mengelompokkan data serta klasifikasi data memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mencakup empat hal mendasar yaitu (1) Persiapan pembelajaran tari Jathil di SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo berlangsung sesuai dengan perangkat yang disusun yaitu SILABUS dan RPP perangkat pembelajaran meliputi dua standart kompetensi yaitu yang pertama mengenal seni pertunjukan seni reog Ponorogo dan yang ke dua mengenal dan memahami ragam gerak tari pertunjukan reog (2) Pelaksanaan pembelajaran tari Jathil dengan menggunakan strategi pengenalan dan dengan menggunakan metode demonstrasi tanya jawab dan drill media pembelajaran yang berupa kaset pita tape VCD player kaset VCD dan sampur telah digunakan secara maksimal serta sarana prasarana ruang kesenian yang telah memenuhi standart kelayakan guru telah dapat mengelola kelas sehingga kelas menjadi nyaman untuk menjalani proses pembelajaran (3) Evaluasi pembelajaran dalam bentuk ujian praktek dengan mempraktekkan ragam gerak tari Jathil dengan aspek yang dinilai wiraga wirasa dan wirama (4) Faktor yang mempengaruhi pembelajaran adalah faktor intern yang tidak terdapat faktor penghambat dan minatyang tinggi sebagai faktor pendukung sedangkan faktor ekstern yang menghambat ada pada iringan berupa kaset yang tidak ada cadangannya sedangkan factor pendukung ada dari pihak sekolah dan keluarga berupa pemberian fasilitas semisal kaset pita tape VCD player kaset VCD dan sampur. Beberapa saran yang diberikan penulis yaitu bagi Diknas Kabupaten Ponorogo diharapkan SMP Negeri 1 Jetis Ponorogo menjadi pelopor bagi SMPSMP lain untuk memasukkan kesenian reog pada mata pelajaran muatan lokal dan dari penelitian ini diharapkan menjadi salah satu wacana penambah informasi tentang pembelajaran yang berlangsung pada mata pelajaran muatan lokal