Skripsi
Pengaruh penggunaan model pembelajaran learning cycle 5E-STAD pada materi ikatan kimia terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 9 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Feny Indah Sri Pujianti
Abstrak
ABSTRAK Pujianti Feny IS. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E-STAD pada Materi Ikatan Kimia terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 9 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Srini M. Iskandar M.Sc Ph. D (II) Drs. Darsono Sigit M.Pd Kata kunci Learning Cycle 5E-STAD ikatan kimia hasil belajar Salah satu karakteristik KTSP 2006 adalah pembelajaran yang menggunakan metode dan pendekatan yang bervariasi. Berdasarkan wawancara dengan guru SMAN 9 Malang diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran kimia di sekolah tersebut masih menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga kurang variasi yang berdampak pada kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran. Standar ketuntasan minimal di sekolah tersebut adalah 75% namun sebanyak 80% siswa masih belum mencapai ketuntasan. Oleh karena itu untuk meningkatkan yang pembelajarannya menggunakan Learning Cycle hasil belajar siswa maka diterapkan model pembelajaran Learning Cycle 5E-STAD. Model ini dipilih karena dari hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan prestasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kualitas proses pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 5E (2) kualitas proses pembelajaran menggunakan model Learning Cycle 5E-STAD (3) ada atau tidaknya perbedaan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkandengan model pembelajaran Learning Cycle 5E-STAD dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E (4) Untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E (5) untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E-STAD. Materi yang dipilih adalah ikatan kimia sub materi pokok ikatan kovalen koordinasi senyawa polar dan non polar serta ikatan logam berdasarkan kesesuaian waktu pelaksanaan penelitian dengan pencapaian satndar kompetensi di sekolah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu variabel bebas adalah model pembelajaran dan variabel terikat adalah hasil belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 9 Malang tahun ajaran 2009/2010 dengan kelas X-6 sebagai kelas yang pembelajarannya menggunakan Learning Cycle 5E dan kelas X-5 sebagai kelas yang pembelajarannya menggunakan Learning Cycle 5E-STAD. Instrumen penelitian berupa instrumen rencana pelaksanaan pembelajaran lembar observasi soal tes sebanyak 25 soal dan instrumen angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran yang terlaksana adalah 3 rencana pelaksanaan pembelajaran pada masing-masing model pembelajaran. Kualitas proses pembelajaran pada kelas kontrol yang menggunakan model Learning Cycle 5E ditunjukkan dengan prosentase rata-rata siswa yang bertanya adalah 6% menjawab/menanggapi 21 3% menyelesaikan tugas dengan lengkap dan benar semua 85 3% dan keterlaksanaan unsur-unsur pembelajaran Learning Cycle 5E sebesar 78% . Sedangkan kualitas proses pembelajaran pada kelas eksperimen yang menggunakan model Learning Cycle 5E STAD ditunjukkan dengan prosentase rata-rata siswa yang bertanya 8% menjawab/menanggapi 25% menyelesaikan tugas dengan lengkap dan benar semua 94% kerjasama yang baik dalam diskusi adalah 3 dari kelompok dari 8 kelompok dan keterlaksanaan unsur-unsur pembelajaran Learning Cycle 5E sebesar 86%. Uji hipotesis untuk perbedaan hasil belajar siswa digunakan analisis bantuan SPSS 15.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t dua pihak dengan signifikasi 61537 0 05. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar siswa kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle 5E ( ) dengan hasil belajar siswa kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle 5E-STAD ( ). Pada kelas kontrol yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle 5E sebanyak 62 2% siswa memberikan persepsi positif terhadap mata pelajaran kimia dan 62 2% siswa memberikan persepsi positif terhadap pembelajaran yang digunakan. Sedangkan kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan model Learning Cycle 5E STAD sebanyak 56 8% siswa memberikan persepsi positif terhadap mata pelajaran kimia dan 73 0% siswa memberikan persepsi positif terhadap pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Learning Cycle 5E-STAD dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kimia meskipun tidak ada perbedaan hasil belajar jika dibandingkan dengan model Learning Cycle. Untuk peneliti lain disarankan mencoba mengkombinasikan model Learning Cycle 5E dengan model kooperatif lain misalnya jigsaw.