Skripsi
Pendekatan kooperatif model TGT untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling Pasuruan / Siti Fahroh
Abstrak
ABSTRAK Fahroh S. 2010. Pendekatan Kooperatif Model TGT untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Progam Studi S1 PGSD. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Heru Agus Tri Widjaja M.Pd. (II) Dra.Harti Kartini M.Pd. Kata kunci pendekatan Kooperatif TGT hasil belajar IPA SD IPA sangat penting untuk dipelajari oleh siswa. Manakala pemahaman siswa terhadap IPA kurang baik maka akan berakibat siswa tidak/kurang berhasil dalam kehidupan kelak serta kurang memperoleh bekal untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Berdasarkan observasi di kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling pada pembelajaran IPA aktivitas siswa dalam belajar kurang aktif karena bersifat monoton dan membosankan maka setiap pembelajaran IPA siswa terlihat tidak senang dalam mengikuti pembelajaran sehingga nilai rata-rata ulangan yang relatif rendah yaitu 59 9. Alternatif pembelajaran yang dipilih adalah model kooperatif Model TGT (Teams Games Tournament). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan pelaksanaan model TGT pada pembelajaran IPA siswa kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling dalam meningkatkan aktivitas belajar (2) mendeskripsikan pendekatan kooperatif model TGT dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling sebanyak 14 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan model TGT pada pembelajaran IPA siswa kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling dalam meningkatkan aktivitas belajar dilakukan melalui kegiatan turnamen. Aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukkan visual activities (42 8%) oral activities (26 8%) listening activities (71 4%) writing activities (71 4%) motor activities (78 6%) mental activities (35 7%) dan emotional activities sebesar (67 8%). Pada siklus II menunjukkan visual activities (89 3%) oral activities (57 1%) listening activities (100%) writing activities (85 7%) motor activities (100%) mental activities (35 7%) dan emotional activities (92 8%). Pembelajaran dengan model TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pada pratindakan adalah 59 9 siklus I adalah 69 1 dan siklus II adalah 85 2. Berdasarkan hasil temuan di lapangan selama penelitian dilaksanakan disarankan guru dapat mengembangkan pembelajaran IPA dengan model TGT agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran dan mempersiapkan diri sebelum melaksanakan pembelajaran agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Kepala Sekolah hendaknya meningkatkan layanan fasilitas pembelajaran di SD. Mengingat pelaksanaan penelitian ini berlangsung pada satu sekolah saja maka peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan pada beberapa sekolah lain untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.