Skripsi
Pengaruh waktu karbonasi, ukuran butir, dan aktivasi adsorben arang sekam padi terhadap penurunan warna (dekolorisasi) nira dan raw sugar / Dwi Martini
Abstrak
ABSTRAK Martini Dwi. 2010. Pengaruh Waktu Karbonasi Ukuran Butir dan Aktivasi Adsorben Arang Sekam Padi terhadap Penurunan Warna (Dekolorisasi) Nira dan Raw Sugar. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Surjani Wonorahardjo Ph.D. (II) Bambang Eddy Santoso S.ST. Kata Kunci karbonasi adsorben arang sekam padi nira raw sugar. Adsorpsi merupakan suatu fenomena yang terjadi jika suatu permukaan zat padat berinteraksi dengan molekul-molekul gas pelarut atau zat terlarut. Pemanfaatan adsorpsi dapat digunakan sebagai penyerap substansi warna terhadap nira dan gula kristal mentah (raw sugar). Proses dekolorisasi sangat diperlukan untuk menjaga kualitas warna gula agar dapat memenuhi aturan standar baku FDA (Food and Drug Association). Penelitian tentang dekolorisasi yang telah dilakukan di industri gula diantaranya dengan menggunakan resin anion yaitu kombinasi resin Amberlite IRA 958 CI dan Amberlite IRA 900 CI pada laju alir 2 2 5 3 (bv/h) dengan metode down flow diperoleh dekolorisasi sebesar 60-80% sedangkan untuk resin tunggal IRA 958 CI didapatkan dekolorisasi sebesar 17- 37% (Sukmaningrum 2004). Jenis resin yang lain yaitu Amberlite FPA 58 S dan FPA 90 S dengan metode down flow dan up flow pada laju alir 20 25 30 bv/h. Pada metode up flow lebih efektif dalam proses dekolorisasi (Listianti 2006). Penelitian ini mencakup empat tahap yaitu (1) preparasi adsorben arang sekam padi dengan variasi waktu karbonasi yaitu 1 jam 2 jam 3 jam dan ukuran butir yaitu 0 3 mm 0 3-0 6 mm 0 6 mm (2) aktivasi adsorben arang sekam padi dengan menggunakan zat aktivator H2SO4 dan disertai pemanasan (3) karakterisasi adsorben meliputi penentuan kadar air kadar abu massa jenis dan daya serap terhadap larutan iod (4) penurunan warna (dekolorisasi) terhadap nira dan gula kristal mentah (raw sugar) dengan metode kolom melalui penghitungan warna ICUMSA. Untuk analisis data adalah selisih warna ICUMSA sebelum proses adsorpsi dan warna ICUMSA setelah proses adsorpsi kemudian dibagi warna ICUMSA sebelum proses adsorpsi kemudian dikali seratus persen. Untuk warna ICUMSA diperoleh dari nilai indeks absorbans dikalikan dengan 1000 hasil yang diperoleh dinyatakan dalam unit ICUMSA (UI) dan persentase penurunan warna dalam persen (%) dekolorisasi. Hasil penelitian tentang penurunan warna (dekolorisasi) terhadap nira dan raw sugar terbagi ke dalam empat bahasan. Pengaruh waktu karbonasi berpengaruh secara nyata pada nira dimana waktu optimal adalah 3 jam sedangkan pada raw sugar tidak berpengaruh secara nyata. Pada ukuran butir tidak signifikan mempengaruhi dekolorisasi nira sedangkan pada raw sugar semakin kecil ukuran butir tingkat dekolorisasi semakin tinggi yaitu optimal pada ukuran butir 0 3 mm. Untuk jenis arang terlihat bahwa arang sekam padi yang telah melalui aktivasi dengan larutan H2SO4 25% memiliki tingkat dekolorisasi yang lebih baik daripada arang sekam padi tanpa aktivasi. Untuk tingkat dekolorisasi yang lebih baik adalah pada nira dibandingkan dengan raw sugar dimana nira dekolorisasinya sebesar 55 61% sedangkan raw sugar sebesar 42 33%.