Skripsi
English club as an extracurricular program at SMPN 3 Malang / Siti Faizatul Himmatul Khoiriyah
Abstrak
ABSTRAK Khoiriyah S. F. H. 2010. English Club As an Extracurricular Program at SMPN 3 Malang. Thesis English Department. Faculty of Letters. Sarjana Program. State University of Malang. Advisor Dr. Arwijati Wahyudi Dip. TESL M.Pd. Kata kunci English Club Extracurricular program Menguasai Bahasa Inggris dirasa penting untuk kepentingan komunikasi global. Sayangnya Bahasa Inggris adalah bahasa asing di Indonesia yang hanya digunakan di ruang kelas. Siswa tidak memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya di luar kelas terutama untuk kehidupan sehari-hari. Karena itu beberapa sekolah membentuk suatu kegiatan extracurricular yang memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih kemampuan Bahasa Inggris dan menggunakannya. Tujuan dari pembentukan kegiatan ini bergantung pada tujuan masing-masing sekolah dan kemampuan sekolah-sekolah tersebut. SMPN 3 Malang adalah sekolah yang mengadakan English Club sebagai kegiatan extracurricular. Dalam kegiatan ini siswa dilatih untuk menyampaikan debate story telling dan speech agar mereka siap menghadapi lomba-lomba dalam bidang tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive. Penelitian ini dirancang untuk memberi gambaran tentang bagaimana pelaksanaan English Club di SMPN 3 Malang. Sekolah tersebut terpilih menjadi tempat dilaksanakannya penelitian ini karena sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah terbaik di Kota Malang yang telah memenangkan beberapa kejuaraan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang (1) macam-macam teknik mengajar material dan media yang digunakan oleh guru dalam kegiatan English Club (2) syarat untuk menjadi peserta dalam English Club (3) pendapat dan masalah yang dihadapi guru-guru dalam pelaksanaan English Club dan (4) pendapat dan masalah yang dihadapi siswa dalam English Club. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerja kelompok paling sering digunakan dengan topik yang berupa isu terkini sebagai material dalam pengajaran dengan media visual maupun audio visual. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa-siswa diseleksi dengan menggunakan tes wawancara. Guru dan siswa berpendapat bahwa kegiatan tersebut memberi manfaat yang baik pada kemampuan Bahasa Inggris siswa. Mereka berpendapat bahwa kegiatan tersebut mampu mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris siswa.