Tugas Akhir
Evaluasi atas prosedur penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Jaringan Ngunut / Elik Sasmito
Abstrak
Kata Kunci Prosedur penjualan Kegiatan utama akuntansi yaitu pengidentifikasi pemrosesan data dan pengkomunikasian informasi. Prosedur merupakan bagian dari suatu sistem. Prosedur penjualan merupakan bagian dari sistem akuntansi penjualan yang terbentuk pada PT. PLN (Persero) UPJ Ngunut. Penerapan sistem penjualan yang baik akan mampu memberikan perlindungan pengendalian dan pengawasan terhadap penjualan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur penjualan yang ada pada PT. PLN (Persero) UPJ Ngunut. Untuk menganalisa data peneliti menggunakan metode pemecahan masalah sebagai berikut (1) Menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan kata- kata atau kalimat sesuai dengan masalah yang dibahas baik menggunakan teori atau pemikiran yang logis maupun teori yang dilakukan perusahaan (2) Menggunakan metode bagan alir atau flowchart yaitu menggambarkan struktur pengendalian intern perusahaan secara keseluruhan dengan menunjukkan bagian tugas serta pengendalian lain yang terdapat dalam suatu sistem (3) Melakukan koreksi dan memberikan saran terhadap kekurangan atau kelebihan yang mungkin ditemukan pada pelaksanaan sistem penjualan. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa Prosedur penjualan yang telah dimiliki PLN masih kurang baik karena terdapat kelemahan- kelemahan. Bila dilihat dari segi pencatatan dokumen yang digunakan pada penjualan sudah cukup lengkap tetapi masih terdapat kekurangan dimana bagian penjualan membuat kuitansi rangkap tiga sementara bagian penjualan ini tidak menyimpan arsipnya. Dengan tidak adanya kuitansi pembayaran di bagian penjualan akan sulit jika suatu saat ada pengecekan transaksi penjualan dari bagian administrasi dan keuangan. Karena apabila bagian administrasi dan keuangan melakukan kesalahan pencatatan terhadap transaksi penjualan dan ingin mengecek dokumen transaksi penjualan maka bagian penjualan tidak bisa menunjukkan salinan kuitansi bukti pembayaran. Sistem Pengendalian Intern yang ada di PLN juga masih kurang baik karena masih terdapat kelemahan- kelemahan terutama pada keamanan data. Setiap karyawan memiliki password masing- masing untuk mengakses data dimana password tersebut juga diketahui oleh karyawan lain. Hal ini sangat rawan sekali karena data- data dokumen- dokumen atau catatan yang tersimpan menjadi kurang terjamin keamanannya. Saran yang dapat peneliti berikan adalah (1) adanya tambahan dokumen yang diarsip agar tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan pada saat pencatatan (2) diadakan pembaharuan password agar kemungkinan tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pegawai 1 dengan yang lainnya dapat diminimalisir.