Skripsi
Penerapan teknik pemodelan untuk peningkatan kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen tahun pelajaran 2010/2011 / Sulis Eka Ariyaning Putri
Abstrak
ABSTRAK Putri Sulis Eka Ariyaning. 2010. Peningkatan Kemampuan Membacakan Puisi dengan Menggunakan Teknik Pemodelan pada Siswa Kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Muakibatul Hasanah M.Pd. Kata kunci peningkatan kemampuan membacakan puisi teknik pemodelan. Membacakan puisi merupakan salah satu bentuk kegiatan membaca yang aktif. Dengan membacakan puisi siswa bisa mengapresiasi puisi yang dibacanya dengan baik serta orang lain juga bisa menikmati puisi melalui pembacaan puisi. Hasil studi pendahuluan terhadap kemampuan siswa dalam membacakan puisi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih belum kompeten dalam membacakan puisi. Hal ini disebabkan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan dan strategi pembelajaran yang tidak memberikan cukup kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan tampil membacakan puisi. Dengan demikian kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen perlu ditingkatkan. Terkait dengan upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam membacakan puisi dirumuskan masalah sebagai berikut (1) bagaimanakah proses peningkatan kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen dengan teknik pemodelan pada tahap (a) pra membacakan (b) saat membacakan dan (c) pasca membacakan dan (2) bagaimanakah hasil peningkatan kemampuan membacakan puisi dengan teknik pemodelan siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen pada aspek (a) pemahaman dan penghayatan (b) intonasi dan suara serta (c) ekspresi mimik dan gerak Untuk menjawab pertanyaan di atas penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Turen kelas VIIC. Subjek yang diteliti sebanyak 28 siswa. Pengumpulan data proses dilakukan dengan menggunakan instrumen pendukung berupa catatan lapangan pedoman observasi pedoman wawancara terhadap guru mata pelajaran dan angket yang dibagikan kepada siswa. Pengumpulan data hasil menggunakan rubrik pengamatan yang dilengkapi dengan penilaian tiap aspek yaitu (a) pemahaman dan penghayatan (b) intonasi dan vokal serta (c) ekspresi mimik dan gerak. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa pembelajaran membacakan puisi dengan menggunakan teknik pemodelan terbukti dapat meningkatkan proses membacakan puisi siswa dan hasil peningkatan membacakan puisi pada aspek pemahaman dan penghayatan aspek intonasi dan suara serta aspek ekspresi mimik dan gerak dengan memuaskan. Proses peningkatan kemampuan membacakan puisi dengan teknik pemodelan pada tahap pra membacakan dilakukan kegiatan (1) mencari satuan makna per bait/larik (2) memberi tanda baca pada puisi yang akan dibacakan (3) menyampaikan isi puisi dan kesan puisi yang dibacakan (4) melaksanakan latihan dasar vokal (5) menyimak video pembacaan puisi (6) membaca dalam hati pada kelompok masing-masing dan (7) menyimak pembacaan puisi guru. Pada saat membacakan dilakukan kegiatan (1) membaca puisi secara individu (2) membacakan puisi dalam kelompoknya (3) anggota kelompok yang lain memberikan saran dan komentar (4) kembali membaca individu dengan menggunakan saran dari teman (5) melakukan pengundian dan menentukan wakil masing-masing kelompok (6) membacakan puisi di depan kelas dan (7) memberikan penilaian. Pada tahap pasca membacakan dilakukan kegiatan (1) memberikan kesan dan komentar hasil pembacaan puisi (2) menentukan perwakilan kelompok yang terbaik (3) merefleksikan kegiatan yang telah dilakukan dan (4) memberikan penghargaan pada penampilan terbaik. Berdasarkan hasil analisis data peningkatan kemampuan membacakan puisi pada aspek pemahaman dan penghayatan diketahui terjadi peningkatan yang signifikan pada siswa berkategori sangat baik dan baik dari (siklus I) 64 3% meningkat 93% (siklus II) dan meningkat lagi menjadi 100% (siklus III). Pada aspek intonasi dan suara juga diketahui terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada siswa berkategori sangat baik dan baik dari (siklus I) 75% meningkat menjadi 100% (siklus II dan III). Pada aspek ekspresi mimik dan gerak diketahui terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada siswa berkategori sangat baik dan baik dari (siklus I) 25% meningkat 68% (siklus II) dan meningkat lagi menjadi 100% (siklus III). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan teknik pemodelan dengan media VCD dapat meningkatkan kemampuan membacakan puisi siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Turen pada aspek pemahaman dan penghayatan intonasi dan suara serta ekspresi mimik dan gerak dengan sangat baik. Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada Kepala Sekolah sebagai pengambil kebijakan di lingkungan sekolah untuk menerapkan penelitian tindakan kelas agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat mengetahui kelemahan pembelajaran. Kepada guru sebagai pembina mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia disarankan agar menggunakan teknik pemodelan dengan kombinasi tayangan VCD atau pemodelan dengan versi baru untuk meningkatkan kemampuan membacakan puisi atau kemampuan berbahasa lainnya dengan lebih kreatif dan inovatif. Kepada peneliti berikutnya disarankan agar menggunakan dan mengembangkan teknik pemodelan sebagai dasar untuk melakukan penelitian untuk mengembangkat keterampilan berbahasa lainnya dengan lebih kreatif dan inovatif.