Skripsi
Pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) untuk meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Setyowati
Abstrak
Dalam pembelajaran Sains di Sekolah Dasar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah penggunaan pendekatan. Ketuntasan suatu pembelajaran dapat dilihat dari tercapainya tujuan yang diharapkan dengan menggunakan acuan tertentu sebagai dasar. Dalam penelitian ini keberhasilan dan ketuntasan didasarkan pada penilaian acuan kriteria yaitu siswa dikatakan tuntas belajar (berhasil) jika telah mencapai skor penguasaan minimal 70 %. Sedangkan kelompok atau kelas dikatakan tuntas belajar ( berhasil ) jika minimal dari 80 % dari jumlah kelompok atau kelas mencapai ketuntasan perseorangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan. (2) Mendeskripsikan peningkatan keaktifan siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan melalui pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan melalui pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus dan 4 kali pertemuan. Dalam pelaksanaannya pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu (1) pra tindakan yaitu dengan memberikan pre tes sebagai pratindakan yang bertujuan untuk mengetahui data nilai siswa yang mengalami kesulitan belajar (2) siklus satu (tindakan I) yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STM dan siklus ke dua (Tindakan II) yaitu melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) yang disempurnakan dari kekurangan yang dialami pada siklus I atau hasil refleksi dari siklus I Hasil penelitian ini adalah pada siklus I ketuntasan belajar individu mencapai 73 3% yang berarti meningkat sebesar 17 5% dari sebelum penerapan STM melalui pre tes pada pratindakan yang mencapai 56 6%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan individu meningkat menjadi 76 6% dan dinyatakan berhasil tuntas. Dengan demikian disarankan kepada guru hendaknya menerapkan pendekatan STM khususnya dalam mata pelajaran Sains. Karena menarik minat siswa dalam belajar sehingga mudah memahami materi dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Bagi peneliti lain penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan acuan dalam penelitian selanjutnya sehingga hasilnya dapat dijadikan pedoman dan pengembangan profesi dan meningkatkan hasil belajar siswa.