Skripsi
Peningkatan keterampilan menyimak melalui model inside-outside circle pada siswa kelas IIB SDN Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Elisabeth Kilmas
Abstrak
ABSTRAK Kilmas Elisabeth. 2010. Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Model Inside-outside Circle Pada Siswa Kelas IIB SDN Rembang. Skripsi Program Studi S1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Kata Kunci Inside-Outside Cicrle Keterampilan Menyimak Sekolah Dasar. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar menganut pendekatan komunikatif. Artinya dalam implementasinya pembelajaran Bahasa Indonesia harus lebih menekankan pada aspek komunikatif dan dapat fungsional. Keterampilan menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang fungsional karena digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang sering dihadapi guru dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia adalah siswa kurang fokus untuk menyimak apa yang disajikan oleh guru. Akibat kurang fokusnya siswa menyimak maka pelajaran yang diberikan tidak dapat dipahami dengan baik. Tujuan dari penelitian ini antara lain yaitu mendeskripsikan (a) penggunaan model Inside-outside Circle untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa (b) aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle (c) peningkatan keterampilan menyimak siswa dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang meliputi dua siklus (siklus I dan siklus II). Tahapan siklus mempunyai alur (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIB SDN Rembang yang berjumlah 25 orang. Fokus penelitian adalah peningkatan keterampilan menyimak dan aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi (pengamatan) wawancara catatan lapangan dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar pengamatan keterampilan menyimak siswa lembar pengamatan aktivitas siswa dan lembar pengamatan aktivitas guru. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika seluruh prosedur telah terlaksana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan. Melalui model Inside-outside Cicrle keterampilan menyimak siswa kelas IIB SDN Rembang meningkat dari tahap pra tindakan yang menunjukkan persentase keterampilan menyimak yang teraktualisasikan rata-rata 26 9% menjadi 86 7% pada siklus I (meningkat 59 8%). Selanjutnya pada siklus II mengalami pengingkatan 5 8% menjadi 92 5%. Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model Inside-outside Cicrle pada siklus I mencapai 71 1% dan meningkat pada siklus II sebesar 6.6% menjadi 77.7%. Nilai hasil belajar siswa pada pra tindakan menunjukkan persentase rata-rata sebesar 60 6% dengan 12 siswa (48%) mendapatkan nilai di bawah rata-rata dan 13 siswa (52%) mendapatkan nilai di atas rata-rata. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 12 8% menjadi 73 4% dengan 2 siswa (8%) mendapatkan nilai di bawah standar dan 23 siswa (92%) mendapatkan nilai di atas standar. Pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan 14 6% menjadi 88% dengan ketuntasan belajar klasikal. Kemampuan guru dalam merancang RPP pada siklus I mendapatkan skor 94 1 dan meningkat pada siklus II menjadi 95 5 dengan kualifikasi Sangat Baik . Kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mendapatkan skor 90 9 dan meningkat pada siklus II menjadi 93 1 dengan kualifikasi Sangat Baik . Bertitik tolak dari temuan penelitian ini beberapa saran diperkirakan dapat meningkatkan persentase dan kualitas model pembelajaran yang diteliti. Saran yang diajukan tersebut adalah (1) bagi guru agar dapat menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mampu mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan siswa (2) bagi kepala sekolah agar hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan untuk memberikan supervisi dan bimbingan bagi guru berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran (3) bagi peneliti lain agar dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan model pembelajaran ini dengan modifikasi dan pengembangan yang lebih baik terutama untuk mengatasi siswa dengan cara belajar yang berbeda-beda.