Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana melalui media gambar ilustrasi pada siswa kelas II SDN Kauman Bangil / Sofiana Endang Purwanti
Abstrak
Abstrak Purwanti Sofiana Endang. 2010. Peningkatan Kemampuan Menulis Sederhana Melalui Media Gambar Ilustrasi Pada Siswa Kelas II SDN Kauman Bangil. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakulas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. A. Badawi M.Pd. (II) Drs. Tomas Irianto M.Pd. Kata Kunci Menulis Cerita Sederhana Media Gambar Ilustrasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Kauman Bangil berdasarkan observasi terdapat beberapa masalah yaitu siswa mengalami kesulitan dalam menulis cerita sederhana dikarenakan siswa kurang gemar membaca perbendaharaan kata yang dimiliki belum mencukupi. Siswa masih belum memahami kaidah-kaidah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar . Penelitian tindakan kelas mengenai cerita sederhana melalui media gambar ilustrasi pada siswa kelas II SDN Kauman bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media gambar ilustrasi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita sederhana. Mendiskripsikan peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana dan mendiskripsikan peningkatan akifitas belajar pada siswa. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penellitian tindakan kelas (PTK) yaitu spiral penelitian Hopkins yaitu perencanaan tindakan observasi dan refleksi. Rancangan PTK digunakan untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat. Penelitian juga menuntut obyektifitas baik dalam proses maupun penyimpulan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama semester genap yaitu pada bulan awal April sampai pertengahan bulan Mei. Subyek penelitian adalah siswa kelas II SDN kauman Bangil yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut terjadi peningkatan keaktifan siswa antara 61% - 77% pada siklus I menjadi 85% - 87% pada siklus II. Peningkatan keaktifan ini telah memenuhi target dari yang diharapkan yaitu 70%. Terjadi peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana dari 16 siswa (66 67%) yang dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan menjadi 22 siswa (91 67%) yang mencapai ketuntasan. Peningkatan kemampuan menulis cerita sederhana ini juga telah memenuhi indikator dari yang diharapkan yaitu 70%. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran penerapan melalui media gambar ilustrasi diharapkan siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis cerita sederhana akan dapat teratasi. Namun demikian nampaknya masih sangat diperlukan bimbingan guru untuk meningkatkan kemampuan dan meningkatkan aktivitas belajar siswa.