Tugas Akhir
MCB cerdas pendeteksi hubung singkat dan beban lebih / Bambang Putra Hadi Kusuma
Abstrak
Kata kunci Sistem Kontrol MCB Sensor Arus Kontrol Elektronik Hubung singkat. Energi listrik merupakan kebutuhan pokok saat ini mulai dari rumah tangga sampai industri industri besar semuanya menggunakan energi listrik. Dalam sistem Pengaman instalasimya umumnya menggunakan MCB (miniatur circuit breaker). MCB berfungsi untuk memutus hubungan listrik bekerja secara otomatis apabila ada hubung singkat atau beban lebih namun MCB tidak dapat membedakan antara terjadinya hubung singkat atau beban lebih. Pada saat MCB mengalami trip (memutuskan aliran listrik) makauntuk menyalakannya kembali harus menekan tuas yang ada pada MCB. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini untuk menciptakan suatu sistem yang dapat menambah kinerja MCB yang sudah ada dengan cara menambahkan kemampuan untuk dapat membedakan antara terjadinya hubung singkat atau beban lebih. Bahkan mampu menyalakan tuas MCB secara otomatis sehingga tidak perlu dinyalakan secara manual. Metode perancangan meliputi (1) perancangan perangkat keras (hardware) rangkaian sensor arus (2) rangkaian minimum sistem (3) rangkaian driver (5) perancangan perangkat lunak (software) (5) perancangan mekaniknya. Hasil yang didapat adalah tegangan keluaran dari sensor arus basarnya arus yang dibutuhkan untuk menyalakan motor. Tegangan keluaran dari sensor arus mulai dari 0 volt sampai dengan maksimal 5 volt pada saat penggunaan beban melebihi batas maksimum 2 amper. Sedangkan arus keluaran yang diukur pada collector pada saat aktif yaitu normal sekitar 0 425 amper sehingga dapat menyalakan motor pada mekanik yang telah dirancang. Kesimpulan dari pembuatan tugas akhir ini adalah (1) Perancang sensor pendeteksi arus dapat bekarja dengan baik sesuai dengan perancangan. Mampu membedakan antara beban lebih dengan hubung singkat arus listrik (2) Desain mekanik alat dapat bekerja sesuai dengan fungsi yaitu dapat menyalakan dan mematikan MCB secara otomatis (3) Dengan mengaplikasikan microcontroller ATmega8 sebagai pengendali utama alat dapat membuat perancangan alat yang lebih sederhana. Sebab microcontroller ATmega8 ini mempunyai ADC internal dan juga baik digunakan sebagai sistem kontrol apabila hanya membutuhkan I/O yang tidak terlalu banyak (4) pemasangan sistem pada kWh meter harus dilakukan oleh petugas PLN dan penentuan besarnya daya yang dipasang pada kWh ditentukan oleh PLN (5) Setelah melakukan pengujian pada alat dapat dikatakan alat dapat bekerja dengan baik yaitu mampu mendeteksi terjadinya hubung singkat dan beban lebih bahkan mampu mendetaksi apakab penyebab gangguan sudah diperbaiki