Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran injuiri terbimbing terhadap prestasi belajar kimia materi hodrokarbon dan respon siswa kelas X MAN 3 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Lailatur Rizqiyah
Abstrak
ABSTRAK Lailatur Rizqiyah. 2009. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Prestasi Belajar Kimia Materi Hidrokarbon dan Respon Siswa Kelas X MAN 3 Malang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Srini M. Iskandar M.Sc. Ph.D (II) Laurent Octaviana S.Pd. M.Si. Kata Kunci inkuiri terbimbing prestasi belajar respon hidrokarbon Kurikulum yang berlaku saat ini yaitu KTSP pada prinsipnya menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan kompetensi. Pelaksanaan praktikum merupakan pemberian pengalaman secara langsung dalam mendapatkan konsep. Pada umumnya kegiatan praktikum yang biasanya dilakukan di sekolah dipandu dengan menggunakan petunjuk praktikum yang sangat lengkap dan detail yang mirip buku resep masakan (cookbook recipes). Hal ini kurang melibatkan siswa dalam menemukan konsep dasar. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam menemukan konsep adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan konvensional dan mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran kimia pada materi hidrokarbon. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasy experimental design) dan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 Malang dimana populasinya adalah siswa kelas X semester 2 tahun ajaran 2009/2010 yang berjumlah empat kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Dari teknik tersebut diperoleh sampel kelas X-D sebagai kelas eksperimen dan kelas X-C sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dikenai perlakuan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru (model konvensional). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dan angket respon siswa. Dari hasil uji coba tes prestasi belajar diperoleh 21 soal valid dengan tingkat realibilitas 0 804. Perbedaan prestasi belajar kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas yang dibelajarkan secara konvensional dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang respon siswa dideskripsikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada materi pokok hidrokarbon. Rata-rata prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu sebesar 93 29 lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional yang mempunyai nilai 72 77. Sebanyak 66 6% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran kimia dengan menggunakan model inkuiri terbimbing.