Skripsi
Peningkatan kemampuan beragumentasi siswa kelas VIII SMPN 1 Selopuro Blitar tahun 2009/2010 dengan metode think Pair Heksa Share (TPHS) / Lutfi Nuzullia
Abstrak
ABSTRAK Nuzullia Lutfi. 2010. Peningkatan Kemampuan Berargumentasi Siswa Kelas VIII di SMPN 1 Selopuro Blitar Tahun 2009/2010 dengan Metode Think Pair Heksa Share (TPHS). Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Kusubakti Andajani M.Pd. Kata kunci Think Pair Heksa Share (TPHS) kemampuan berargumentasi pembelajaran berbicara. Dalam BSNP 2005 disebutkan bahwa keterampilan menyampaikan persetujuan sanggahan dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan wajib dikusai siswa. Tujuannya adalah supaya siswa dapat berdiskusi mampu berargumentasi dengan baik itu dengan cara menyampaikan persetujuan sanggahan dan penolakan pendapat dalam diskusi. Untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat dibutuhkan sebuah metode pembelajaran yang tepat. Hal inilah yang mendasari peneliti menggunakan metode Think Pair Heksa Share (TPHS) dalam pembelajaran menyampaikan persetujuan penolakan dan sanggahan dalam diskusi. Dengan diterapkannya metode ini siswa diharapkan belajar untuk berani mengemukakan pendapatnya dalam sebuah diskusi baik itu diskusi kelompok kecil maupun diskusi kelas. Dengan digunakannya metode Think Pair Heksa Share (TPHS) ini siswa tidak segera langsung menyampaikan pendapat di kelas melainkan dilakukan melalui empat tahapan yaitu tahap think tahap pair tahap heksa dan tahap share. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berargumentasi siswa kelas VIII SMP jika dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut. Aspek yang dinilai meliputi aspek isi kelancaran tatabahasa tanggung jawab tingkat partisipasi dan kemauan bekerja sama dengan metode Think Pair Heksa Share. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Rancangan ini disusun dalam satuan siklus yang meliputi perencanaan (penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pedoman observasi) pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Penelitian ini didasarkan pada hasil analisis observasi dan hasil analisis pratindakan yang dilakukan oleh peneliti. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII A yang berjumlah 36 siswa yang memperoleh skor kemampuan berargumentasi dan proses berbicara dalam diskusi di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 3 Maret sampai 24 Maret 2010 dalam dua siklus. Data penelitian ini adalah data proses dan data produk selama proses pembelajaran baik yang berupa tuturan lisan maupun rekaman tindakan siswa dalam foto. Data diperoleh melalui instrumen utama yaitu peneliti yang didukung dengan instrumen penunjang berupa pedoman observasi pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penilaian proses menunjukkan bahwa pada tahap think pengenalan permasalahan yang akan diangkat dalam diskusi dengan cara membacanya secara individu telah mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pokok-pokok masalah yang ada dalam wacana tersebut. Peningkatan kemampuan siswa pada tahap pair dapat terlihat dari kemampuan siswa dalam berdiskusi secara klasikal untuk menyamakan konsep yang telah mereka temukan pada tahap think. Dengan pemahaman yang telah diperoleh dari tahap think dan tahap pair semakin memantapkan pemahaman siswa mengenai permasalahan yang diangkat pada tahap heksa. Setelah melewati tahap think pair maupun heksa kemampuan siswa dalam menyampaikan persetujuan sanggahan dan penolakan dalam diskusi secara individu pada tahap share meningkat dan mencapai KKM yang telah ditetapkan dalam dalam penelitian ini. Berkaitan dengan hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan metode Think Pair Heksa Share (TPHS) baik pada kelas yang mempunyai kemampuan berargumentasi baik maupun kurang baik. Diharapkan pembelajaran menjadi lebih kreatif. Kepada calon peneliti lain yang ingin mengunakan dan mengembangkan metode Think Pair Heksa Share (TPHS) diharapkan dapat menggunakan dan mengembangkan metode pembelajaran ini pada KD yang lain.