Tugas Akhir
Automatic mains failure (AMF) sebagai pengontrol otomatis back up daya berbasis PLC / Danafia Permana
Abstrak
Kata kunci AMF back up daya kontrol otomatis. Majunya teknologi tidak lepas dari penggunaan energi listrik. Apabila pemadaman sering terjadi tentunya proses produksi tidak berjalan lancar bahkan bisa berhenti total yang akhirnya mengakibatkan proses produksi/aktivitas terganggu sehingga akan menyebabkan kerugian. Untuk mengatasi adanya gangguan suplai listrik dari PLN didesaian alat AMF dengan sistem pemindahan layanan beban listrik secara otomatis dari saluran utama PLN ke saluran cadangan penyedia tenaga listrik yang lain. AMF merupakan alat yang semua komponennya dirangkai pada kotak (Box). Perancangan AMF meliputi rangkaian sensor tegangan blok program PLC rangkaian driver rangkaian blok kontaktor rangkaian keseluruhan AMF. Prinsip kerja AMF yaitu pemberian sinyal yang dihasilkan oleh sensor tegangan yang akan dibaca oleh PLC. Rangkaian driver akan menerima sinyal output dari PLC untuk mengaktifkan kontaktor. Kontaktor yang aktif akan menghubungkan sumber dengan beban sehingga beban akan tetap tersuplai energi listrik. AMF akan memindahkan suplai sumber listrik utama ke sumber listrik cadangan jika sumber listrik utama dalam keadaan failure dengan waktu 15 detik. Ketika sumber utama normal kembali dalam waktu 5 menit maka AMF akan memindahkan suplai beban ke sumber listrik utama kembali dan mematikan sumber listrik cadangan. Disarankan dalam merencanakan AMF khususnya terhadap kemampuan daya genset penghantar pengaman dan kontaktornya. Sebaiknya perlu direncanakan diperhitungkan dan dianalisa dengan cermat agar hasil yang diinginkan lebih maksimal.