Skripsi
An Analysis of the speaking placement test at SMP Negeri 3 Malang / Hearlie Agritia Chrishantie
Abstrak
ABSTRAK Agritia Chrishantie Hearlie. 2010. Analisa tentang tes penempatan kemampuan berbicara di SMP Negeri 3 Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Enny Irawati M.Pd. Key words kemampuan berbicara tes penempatan. Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing dapat menjadi masalah bagi para siswa di Indonesia karena disebabkan oleh banyaknya perbedaan diantara bahasa inggris dan bahasa indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah mengeluarkan undang-undang berdasarkan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia No. 060/U/1993. Keputusan tersebut meliputi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran lokal sehingga para siswa dapat belajar Bahasa Inggris lebih awal. Hal ini semacam investasi mereka tahu lebih awal maka mereka akan menguasainya lebih awal juga. Saat ini masyarakat menempatkan Bahasa Inggris dalam beberapa kompetisi. Yang lebih dikenal antara lain debat pidato dan bercerita. Di SMP Negeri 3 Malang mereka menyediakan sarana special ekskul Bahasa Inggris untuk diikuti dan membantu para siswauntuk meningkatkan kemampuannya dan berpartisipasi mengikuti kompetisi. Bukanlah hal yang mudah untuk bergabung dalam ekskul ini. Maka dibuatlah sebuah tes yang akan menempatkan mereka pada bidang yang tepat. Penelitian ini berkategori deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja karakteristik dalam tes penempatan siswa tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2009. Target penelitian ini adalah murid-murid SMP Negeri 3 Malang calon anggota ekskul. Data-data yang ada diperoleh dari wawancara observasi dan kuisioner kemudian dianalisa secara descriptif. Berdasarkan hasil penemuan ditemulan bahwa tes penempatan kemampuan berbicara ini dapat ditinjau dari tiga aspek utama antara lain validity reliability dan practicality. Tiga aspek tersebut membantu penulis untuk menilai tes itu. . ditemukan bahwa test tersebut tidak valid karena tidak bisa menunjukkan kemampuan siswa yang sebenarnya dan juga karena kelancaran dalam berbicara yang lebih ditonjolkan. Menurut face validity test tersebut valid karena memenuhi beberapa kriteria seperti tersusun dengan baik dapat dikerjakan secara jelas jelas dan tidak menyulitkan siswa memiliki instruksi yang jelas mengacu pada kurikulumnya dan memberikan tantangan kesulitan. Dalam hal reliability tes tersebut reliable karena memiliki instuksi yang jelas. Test tersebut tidak reliable dalam hal inter-rater reliability karena para siswa diuji oleh hanya satu penguji. Dalam hal practicality tes tersebut practical karena menghemat waktu terbukti dengan bisanya menguji 68 siswa dalam tempo waktu 2 jam saja.dalam hal authenticity tes tersebut authentic karena menghubungkan kemampuan murid pada kehidupan sehari-hari dan interaksional dalam kemampuan berbahasa. Dalam aspek scoring. Tes tersebut tidak mempunya scoring yang jelas karena tidak mampu menunjukkan kemampuan mereka secara spesifik. Kesimpulannya test tersebut bias dipakai untuk periode selanjutnya setelah mengalami perubahan pada validity inter-rater reliability dan scoring. Sebagai wakil sekolah perlu adanya penyaringan siswa yang berkualitas. Dalam hal validity tes tersebut tidak valid. Karena tes tersebut tidak mampu menunjukkan kemampuan aktual dari para siswa. . Para siswa dites oleh satu penguji. Hal ini menunjukkan bahwa tes tersebut tidak reliable. Keterangan skornya pun tidak jelas skor tersebut tidak dapat menempatkan para murid juga. Hal ini disebabkan karena tertersebut berpusat pada kelancaran dan keberania para siswa. Juga disarankan pada pihak sekolah agar mengadakan pelatihan khusus pada para guru sebagai pengujinya.