Skripsi
Peningkatan kemampuan siswa dalam bercerita melalui model assure di kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Abraham A. Leunufna
Abstrak
ABSTRAK Leunufna Abraham. 2010. Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Bercerita Melalui Model ASSURE di Kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1). Drs. H. Rumidjan M.Pd (2). Drs. A. Badawi M.Pd Kata Kunci Peningkatan Kemampuan Bercerita Model ASSURE SD Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang membentuk pribadi manusia yang utuh dalam berpikir bertindak dan berbuat bertujuan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) tentu akan meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita dan membangun komunikasi yang harmonis dengan orang lain. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita model yang tepat merupakan alternatif terbaik sehingga seorang siswa mampu mengeluarkan semua bakat dan kemampuan dalam dirinya karena kerap kali siswa cenderung diam dan malu ketika diminta untuk bercerita di depan kelas atau dihadapan banyak orang serta siswa cenderung melafalkan huruf dan kalimat kurang jelas ekspresi yang tidak menarik dan intonasi yang kurang baik. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah melakukan Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Bercerita Melalui Model ASSURE di Kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Rencana penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Beji IV kecamatan Beji kabupaten Pasuruan yang berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes observasi dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Untuk tahap perencanaan pembelajaran dilakukan berdasarkan refleksi awal kemudian dilanjutkan dengan perencanaan pembelajaran pada siklus I dan II yang berpedoman pada APKG I dan juga pada rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan model ASSURE yang mencakup enam tahap yakni melakukan analisis karakteristik siswa (analize learners) menetapkan tujuan pembelajaran (state objectives) memilih metode media dan bahan ajar (select methods media dan materials) memanfaatkan bahan ajar (utilize materials) melibatkan siswa dalam pembelajaran (require learners partisipation) mengevaluasi dan merevisi (evaluate and revise). Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus. Untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 1-2 juni 2010 mulai pukul 07 00-09.00 WIB dan dilanjutkan dengan siklus II pada tanggal 4-5 juni 2010 mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Pada pelaksanaan pembelajaran setiap siklus dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang ada pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam pelaksanaan pembelajaran siswa yang awalnya tidak mampu bercerita menjadi mampu bercerita dimana siswa menjadi lebih berani tampil dihadapan banyak orang rasa percaya diri menjadi bertambah lafal menjadi lebih jelas intonasi terdengar baik ekspresi pada saat bercerita lebih menarik dan kemampuan penguasaan isi cerita lebih baik. Dengan berbekal kemampuan yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu mengaplikasikan hal tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara serta sebagai bekal dalam kehidupan. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model ASSURE mampu memberikan kesan bagi siswa dimana siswa menjadi lebih bersemangat belajar dan siswa merasakan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik. Nilai rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal yakni 62 65% dan hanya 6 siswa yang berhasil mencapai ketuntasan hasil belajar namun pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 80 70% untuk nilai rata-rata siswa secara klasikal sedangkan 16 siswa berhasil mencapai ketuntasan hasil belajar sedangkan 2 siswa dinyatakan tidak tuntas hasil belajarnya dimana nilai yang diperoleh 8804 70. Dari hasil pengamatan ternyata kedua siswa tersebut kurang fokus pada kegiatan pembelajaran terlihat malas dan kurang bersungguh-sungguh dalam belajar. Namun nilai yang mereka peroleh termasuk kategori cukup sehingga dapat dikatatakan bahwa penggunaan model ASSURE mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam bercerita di kelas IV SDN Beji IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan. Oleh karena itu disarankan bagi guru dan pihak sekolah agar menggunakan model ASSURE untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa Sekolah Dasar (SD).