Skripsi
Pengembangan bahan ajar membaca cerita anak berbasia cerita rakyat Kalimantan Barat untuk mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah dasar / Irma Zuliana
Abstrak
Membaca cerita anak merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas V SD. Cerpen anak-anak sebagai bentuk karya sastra mengandung nilai-nilai luhur yang berguna bagi pengalaman hidup anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengahasilkan bahan ajar membaca cerita anak berbasis cerita rakyat Kalimantan Barat yang sesuai dengan kebutuhan siswa yang meliputi kelayakan isi materi dan penyajian materi sehingga dapat memberikan pengalaman belajar bahasa Indonesia yang menyenangkan. Penelitian ini dilaksakan pada bulan Oktober 2009 di SDN 1 Karangjati Kabupaten Ngawi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa skor angket berkaitan dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Selain itu juga data tidak terstruktur yang berupa masukan atau komentar validator. Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis dengan menggunakan teknik kuantitatif sederhana dengan menghitung persentase jawaban masing-masing pertanyaan yang diberikan kepada responden. Sedangkan data kualitatif yang berupa data tidak terstruktur (data verbal) digunakan setelah diseleksi sesuai dengan kebutuhan. Dari kegiatan uji kelayakan oleh ahli isi ahli media dan guru diperoleh kesimpulan bahan ajar yang dihasilkan memiliki rata-rata persentase kelayakan materi 87 5% dengan kategori sangat layak penyajian 78 99% dengan kategori layak bagian pendahuluan 89 58% dengan kategori sangat layak bagian isi 85 88% dengan kategori sangat layak bagian penutup 95 83% dengan kategori sangat layak ilustrasi 85 42% dengan kategori sangat layak evaluasi terhadap konsep 91 66% dengan kategori sangat layak. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikebangkan dikategorikan sangat layak untuk digunakan. Sementara itu dari penjaringan data kepada peserta didik diperoleh data tingkat kelayakan materi/isi sebesar 81 25% dengan kriteria layak dan tingkat kelayakan penyajian sebesar 82 5 dengan kriteria layak. Secara umum rata-rata presentase kelayakan bahan ajar yang dikembangkan adalah 85 74 dengan kriteria layak. Dari data ini disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dikategorikan layak untuk digunakan. Pengembangan bahan ajar ini diharapkan memberikan manfaat bagi siswa dan guru. Dengan menggunakan bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan lebih bermakna. Siswa dituntut untuk dapat melaksanakan setiap kegiatan dalam proses membaca cerita anak yang ada dalam bahan ajar ini. Bahan ajar ini hanya sebagai alternatif dan bukan satu-satunya bahan pembelajaran yang dapat digunakan sehingga guru bahasa Indonesia disarankan dapat memadukan bahan ajar dengan bahan belajar yang lain sehingga siswa termotivasi dalam belajar bahasa Indonesia.