Skripsi
Pengembangan pedoman layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa / Ita Sepriliana Ningsih
Abstrak
ABSTRAK Ningsih Ita Sepriliana. 2010. Pedoman Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Homeroom untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri Siswa. Skripsi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd (2) Dra. Henny Indreswari M.Pd. Kata kunci keterbukaan diri teknik homeroom bimbingan kelompok Pengungkapan diri (self-disclosure) merupakan salah satu keterampilan sosial yang perlu dimiliki individu agar mereka dapat diterima dalam lingkungan sosialnya. Oleh karena itu meningkatkan perilaku membuka diri siswa menjadi penting.P enelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pedoman layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall sebagai acuan. Adapun tahaptahapnya yaitu (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan (2) mengembangkan produk awal (3) uji lapangan permulaan (uji ahli) (4) revisi (5) uji calon pengguna produk (konselor) (6) revisi dari calon pengguna produk (7) prototipe berupa pedoman layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom untuk meningkatkan keterbukaan diri siswa. Instrumen penilaian pedoman pelaksanaan homeroom adalah menggunakan angket uji ahli dan wawancara. Angket uji ahli terdiri atas empat aspek yang merujuk pada kegunaan kemudahan kemenarikan dan keakuratan yang digunakan untuk menilai draf pedoman. Sedangkan wawancara dilakukan dengan ahli untuk melengkapi penilaian ahli. Pedoman ini terdiri atas tiga bagian yaitu pendahuluan panduan pelaksanaan kegiatan homeroom dan materi yang bisa dibahas dalam kegiatan homeroom. Bagian pendahuluan terdiri atas latar belakang pengertian homeroom tujuan umum dan tujuan khusus petunjuk umum khayalak sasaran dan peran konselor. Pedoman kegiatan homeroom berisi pengantar prosedur pelaksanaan kegiatan homeroom. Panduan ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk kepada pengguna pedoman agar mendapat gambaran yang jelas tentang cara menggunakan pedoman tersebut. Bagian terakhir dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada konselor mengenai materi yang bisa digunakan dalam kegiatan homeroom sesuai dengan bidang bimbingan. Berdasarkan penilaian ahli dapat disimpulkan bahwa pedoman ini berguna bagi konselor karena memberikan materi tentang keterbukaan diri yang mengarah pada perubahan tingkah laku siswa sehingga dapat meningkatkan komunikasi siswa dengan guru teman dan juga orang tuanya. Dilihat dari aspek kemudahan kualitas penggunaan pedoman ini mudah digunakan mudah dipahami dan sederhana karena petunjuk pelaksanaan dibuat secara spesifik dan kalimatnya mudah dipahami serta diberi contoh berupa materi yang akan dibahas dalam kegiatan homeroom. Dari aspek kemenarikan pedoman ini memiliki penilaian sangat menarik karena materi diberikan dalam suasana kekeluargaan/ akrab sehingga diharapkan akan terjadi interaksi dan komunikasi ii antar siswa yang satu dengan siswa yang lainnya dan timbul rasa saling percaya untuk mengungkapkan masalah. Selain itu pedoman ini didesain dengan menggunakan gambar dan warna sehingga menarik untuk dibaca dan dipelajari oleh konselor. Dari hasil pengembangan ini disarankan beberapa hal yaitu produk pengembangan pedoman layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom ini jika akan diterapkan ke sasaran lain maka perlu disesuaikan dengan keadaan waktu dan tempat di mana bimbingan kelompok dengan kegiatan homeroom diberikan dan sebagai kelanjutan hasil penilaian subjek ahli dan calon pengguna produk maka perlu diadakan uji coba produk kepada sasaran layanan yaitu siswa agar diketahui keefektifan produk yang dihasilkan.