Tugas Akhir
Membangun jaringan LAN untuk pengembangan E-Learning pada SMP Negeri 1 Bendungan Trenggalek / Hadi Muhtarom, Maryoto
Abstrak
Kata kunci jaringan e-learning moodle Letak suatu daerah mempengaruhi kualitas pendidikan penyebaran dan pengaksesan informasi. Jaringan internet merupakan salah satu media yang mudah dan luas jangkauanya dalam penyebaran informasi selain itu juga mudah dalam aplikasinya. SMP Negeri 1 Bendungan sebagai salah satu SMP Calon Rintisan Sekolah Standar Nasional berada di daerah pegunungan Trenggalek belum mempunyai jaringan internet maupun jaringan LAN. Namun demikian dalam mendukung pembelajaran SMP Negeri 1 Bendungan mempunyai fasilitas komputer 10 buah. Guna meningkatkan kinerja dan membangun media pembelajaran maka diperlukan jaringan LAN dan e-learning di SMP negeri 1 Bendungan. Jaringan LAN yang dibangun di SMP negeri 1 Bendungan menggunakan topologi star yang terdiri dari 9 client dan 1 server dengan menggunakan IP 192.168.0.1 sebagai server dan IP 192.168.0.2 sampai dengan IP 192.168.0.10 sebagai client. Sedangkan e-learning yang dibangun memuat materi pelajaran soal dan pengumuman dengan menggunakan software Moodle lates 15 dan Xampp win 32.1.5.4. Setelah dilakukan proses instalasi dan setting jaringan maka diperoleh jaringan LAN yang menghubungkan 9 client dengan 1 server. E-learning dibangun dengan terlebih dahulu menginstal software moodle dan xampp win.32.1.5.4 ke server. Sedangkan pada komputer client dilakukan seting IP dengan menggunakan kelas C. E-Learning yang dibangun berisi nama pelajaran pengumuman dan login pengguna. Setiap pelajaran berisi materi pelajaran dengan format PDF dan doc tugas profil pengajar dan forum diskusi. Setiap siswa dapat menggunakan komputer client untuk mengakses materi pelajaran atau e-learning yang ada di server. Berdasarkan hasil ujicoba maka dapat disimpulkan bahwa jaringan LAN yang dibangun dapat digunakan untuk mengakses e-learning. Moodle xampp dapat digunakan untuk membangun e-learning dengan mudah dan interaktif. Untuk meningkatkan kualitas e-learning maka tiap guru dituntut untuk dapat mengoperasikan komputer kreatif dan siswa dituntut lebih aktif.