Tugas Akhir
Prosedur dan kebijakan pemberian kredit BNI wirausaha pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Malang / Nofi Lestari
Abstrak
Kata Kunci Kebijakan prosedur pemberian kredit BNI Wirausaha Bank sebagai lembaga keuangan keberadannya semakin penting sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan jasa-jasa perbankan bagi masyarakat. PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Malang adalah salah satu jenis bank yang bentuk usahanya selain menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Bank juga mempunyai resiko yang sangat besar yakni tunggakan kredit atau kredit macet untuk menghindari hal ini diperlukan suatu kebijakan dan prosedur yang baik dalam pemberian kredit. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan kebijakan pemberian kredit pada PT. Bank Negara Indonesia Cabang Malang. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari Tugas Akhir ini dapat diketahui bahwa prosedur dan kebijakan pemberian kredit BNI Wirausaha pada PT. Bank Negara Indonesia Cabang Malang pada umumnya sudah baik. Karena prosedur pemberian kredit telah menerapkan sistem kehati-hatian dalam prosedur pemberian kredit. Terutama pihak bank telah menerapkan prinsip 5 C pada analisa kredit yang mencakup analisa character capacity capital collateral condition of economic. Selain itu alur prosedur pemberian kredit pada PT. Bank Negara Indonesia Cabang Malang telah mencerminkan pemberian kredit yang sesuai dengan ketentuan kebijakan penyaluran kredit yang bertolok ukur pada keputusan Bank Indonesia dan PT. BNI Pusat. Penerapan kebijakan kredit pada PT. Bank Negara Indonesia juga baik. Adapun kebijakan dalam penyaluran kredit pada PT. Bank Negara Indonesia yakni syarat pengajuan kredit batas kewenangan pemberian kredit suku bunga kredit sanksi yang diberikan semuanya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Penunggakan kredit yang sering terjadi disebabkan oleh kegagalan usaha debitur adanya itikad tidak baik dari debitur pengawasan eksternal yang velum maksimal dari pihak bank dan faktor lain diluar kreditur dan debitur. Maka diperlukan tindakan untuk menekan terjadinya penunggakan kredit antara lain pelaksanaan inspeksi on the spot dan pembinaan debitur. Berdasarkan hasil kesimpulan saran yang diberikan pada penulisan ini yaitu hendaknya dalam menganalisis pemberian kredit pihak PT. Bank Negar Indonesia khususnya bagian PRC Lebih meningkatkan ketelitian dan keobjektifannya terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya sehingga dapat mempertajam analisis-analisis yang dilakukan serta dapat lebih meningkatkan kinerja dari bagian terkait perlu dijalin kerjasama yang baik antara bank dengan debiturnya agar dapat tercipta suatu keterbukaan antara kedua belah pihak. Dengan kerjasama ini dapat membantu pihak bank dalam pencapaian tujuan dibidang perkreditan.