Skripsi
Penerapan model two stay two stray untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kab. Pasuruan / Rabia Bugis
Abstrak
ABSTRAK Bugis Rabia. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Siswa Kelas IV SDN Plinggisan I Kec Kraton Kab Pasuruan. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Heru Agus Tri Widjaja M.Pd (II) Dra. Hj. Sukamti M.Pd. Kata Kunci Model Two Stay Two Stray Hasil Belajar dan IPA Model Two Stay Two Stray merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat memberikan kesempatan kepada anggota kelompok berdiskusi untuk membagi hasil dan informasi kepada kelompok lain saat diskusi siswa diharapkan lebih aktif baik sebagai penerima tamu yang menyampaikan hasil diskusi maupun sebagai tamu yang bertanya informasi kepada kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk 1)Mengetahui penerapan model Two Stay Two Stray dalam pembelajaran IPA. 2) Meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV.3) Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Hasil observasi awal telah ditemukan a) nilai ulangan harian kurang dari standar ketuntasan individu maupun klasikal yang telah ditetapkan. b) pembelajaran cenderung berpusat kepada guru. c) siswa kurang aktif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Taggar yang terdiri dari.1) Perencanaan.2) Pelaksanaan.3) observasi.4) Refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari 33 siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah soal tes lembar Observasi (Guru dan Siswa) Hasil penelitian diperoleh data bahwa hasil belajar siswa pada siklus I Pertemuan I tuntas(15 siswa) Dan pertemuan II tuntas (19 siswa). Pada siklus II mengalami peningkatan pada pertemuan I siswa tuntas (24 siswa).meningkat lagi pada pertemuan II siswa yang tuntas(29 siswa) setelah penerapan model TSTS. Begitu pula dengan aktivitas siswa telah mengalami peningkatan. Pada pre test hanya 9 siswa yang tuntas meningkat menjadi 15 siswa yang tuntas pada siklus I namun hasil tersebut belum memenuhi standar ketuntasan klasikal. Pada siklus II ternyata meningkat menjadi 29 siswa yang tuntas. Hasil tersebut telah mencapai standar ketuntasan klasikal baik hasil belajar maupun aktivitas siswa. Sehinggga dapat dikatakan bahwa pembelajaran IPA konsep proses terjadi erosi telah tuntas. Berdasarkan hasil penelitian model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar IPA dan aktivitas siswa maka disarankan 1)guru hendak memanfaatkan atau bisa mempertahankan model Two Stay Two Stray tetapi perlu juga memperhatikan hal-hal sebagai berikut (a)mengelompokan siswa secara heterogen.(b) dalam tiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa.(c)dua siswa ditugaskan sebagai tamu dan dua siswa sebagai penerima tamu). 2) bagi kepala sekolah selalu menyediakan sumber-sumber belajar yang relevan sarana dan prasarana sekolah yang menunjang pembelajaran aktif di kelas.