Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran kimia materi redoks dan elektrokimia dengan model learning cycle 5-e untuk SMA/MA kelas XII / Putri Noor Fitriah
Abstrak
ABSTRAK Fitriah Putri Noor. 2010. Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Materi Redoks dan Elektrokimia dengan Model Learning Cycle 5-E untuk SMA/MA Kelas XII. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dra.Srini M.Iskandar M.Sc. Ph.D. (II) Drs. H.Parlan M.Si. Kata Kunci modul learning cycle 5-E redoks elektrokimia Modul dapat diartikan sebagai alat belajar yang dapat mendorong dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri tanpa tergantung pada guru dan belajar sesuai kecepatan serta kemampuan belajar masing-masing siswa (Mbulu dalam Dasna dkk 2005 50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suasana belajar belum cukup kondusif akibat metode mengajar guru yang kurang bervariasi dapat dilakukan upaya mencari alternatif pembelajaran yang tepat dan menemukan berbagai variasi metode dan variasi media untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (Mulyasa 2007 37-38). Salah satu variasi metode yang dapat digunakan adalah penggunaan modul yang interaktif dan berkualitas bagi siswa berdasarkan pendekatan konstruktivistik. Salah satu model pembelajaran konstruktivistik adalah Learning Cycle 5- E. Model LC 5-E terdiri dari 5 fase yaitu Engagement Exploration Explanation Elaboration dan Evaluation. Model LC 5-E dapat diterapkan dalam pembelajaran topik kimia yang bersifat teoritis maupun yang melibatkan praktikum (Iskandar 2004 10). Materi Redoks dan Elektrokimia dianggap sesuai untuk diajarkan dengan model Learning Cycle 5-E. Oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan modul pembelajaran Redoks dan Elektrokimia dengan model Learning Cycle 5-E. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran Redoks dan Elektrokimia model Learning Cyle 5-E serta menguji tingkat kelayakannya. Terdapat beberapa langkah pengembangan modul pembelajaran ini yaitu mengkaji kurikulum mengkaji pendekatan konstruktivistik analisis kebutuhan modul menyusun modul validasi menganalisis data revisi dan produksi modul. Desain validasi yang dilakukan hanya validasi isi. Validator terdiri dari 1 dosen kimia dan 3 guru SMA. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan skala Likert sebagai data kuantitatif. Sedangkan data kualitatif berupa tanggapan kritik dan saran dari validator. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis nilai rata-rata. Hasil pengembangan dari penelitian ini antara lain (1) Modul Redoks dan Elektrokimia yang disusun terdiri dari 3 bagian yaitu bagian pra pendahuluan pendahuluan dan bagian isi. Hasil validasi menunjukkan bahwa bentuk modul yang dikembangkan telah sesuai dengan model LC 5-E dengan nilai rata-rata dari setiap fase dalam model LC 5-E sebesar 3 50 (valid). (2) Hasil validasi kelayakan pengembangan modul secara keseluruhan memiliki nilai rata-rata sebesar 3 50 (valid). Hal ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar. Saran terkait modul Redoks dan Elektrokimia ini hendaknya dapat diujicobakan ke lapangan (validasi empirik).