Skripsi
Penerapan model belajar inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Alastlogo III Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Ifa Murtiningsih
Abstrak
Kata Kunci Model belajar inkuiri Hasil Belajar IPA SD. Berdasarkan observasi di kelas IV SDN Alastlogo III diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran IPA di kelas tersebut diantaranya 1) guru lebih banyak menggunakan metode ceramah tanya jawab dan penugasan 2) penyampaian materi IPA masih berorientasi pada buku teks 3) situasi pembelajaran terkesan sangat formal kurang mengaktifkan dan kurang menyenangkan bagi siswa 4) hasil belajar siswa rendah kurang dari SKM sebesar 65 5) aktivitas belajar siswa juga rendah sehingga pembelajaran IPA gaya lama tersebut menjadi kurang bermakna dan tidak menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model belajar inkuiri pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Alastlogo III (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA dengan penerapan model belajar inkuiri pada siswa kelas IV SDN Alastlogo III (3) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran IPA dengan penerapan model belajar inkuiri pada siswa kelas IV SDN Alastlogo III Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Rancangan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model kolaborasi. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dan terdiri atas perencanaan tindakan observasi dan refleksi.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Alastlogo III yang berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan guru dalam menyusun RPP dan melaksanakan pembelajaran IPA dengan model inkuiri tes tulis serta lembar observasi aktivitas belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model belajar inkuiri pada pembelajaran IPA meningkat dari sebesar 29 4% pada pra tindakan menjadi 76 5% pada siklus I dan menjadi 88 2% pada siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar siswa juga meningkat dari sebesar 56 5 pada pra tindakan menjadi 72 6 pada siklus I dan 78 5 pada siklus II. Siswa yang sudah tuntas belajar sebanyak 34 siswa (94 4%). Dan rata-rata siswa yang melakukan aktivitas belajar juga menunjukkan peningkatan dari sebanyak 6 siswa (16 7%) pada pra tindakan menjadi 15 siswa (41 7%) pada siklus I dan 31 siswa (86 1%) pada siklus II. Saran dari penelitian ini adalah kepada (1) Guru-guru hendaknya menerapkan model belajar inkuiri pada pembelajaran IPA di kelasnya (2) Kepala sekolah hendaknya dapat mensosialisasikan model belajar inkuiri ini kepada guru-guru di sekolahnya (3) Bagi peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan pada beberapa sekolah lain untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.