Skripsi
Penerapan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada mata pelajaran mengelola sistem kearsipan untuk meningkatkan prestasi belajar (Studi pada siswa kelas XI- 1 APK SMK Negeri 1 Pamekasan) / Herawati Ningsih
Abstrak
ABSTRAK Ningsih Herawati. 2010. Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan (Studi pada Siswa Kelas XI-1 APK SMK Negeri 1 Pamekasan). Skripsi. Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Heny Kusdiyanti S. Pd. M.M. (II) Imam Bukhori S. Pd M.M Kata Kunci Pembelajaran Problem Based Learning Prestasi Belajar. Proses belajar dan pembelajaran di kelas telah banyak menggunakan pendekatan-pendekatan yang di lakukan oleh guru akan tetapi sampai pada saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan ini ditunjukkan dengan hasil-hasil ujian siswa baik ujian nasional maupun ujian sekolah serta keterampilan individu siswa itu sendiri. Dari pihak sekolah sendiri juga belum berdaya untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa berpikir kritis kreatif bertanggung jawab dan memberi peluang bagi siswa untuk menjelajahi idenya yang imajinatif. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran seorang guru adalah memperbaiki pola pembelajaran dengan menerapkan pendekatan atau model belajar yang di nilai efektif dan efisien oleh guru untuk di terapkan di kelas. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Pamekasan. 2) Untuk mengetahui prestasi belajar siswa kelas X APK SMK Negeri 1 Pamekasan jika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). 3)Untuk mengetahui kendala-kendala dan solusi-solusi dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas APK XI-1 SMK Negeri 1 Pamekasan dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang yang terdiri dari 14 orang jumlah laki-laki dan 22 orang jumlah perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research dengan dua siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi wawancara tes angket catatan lapangan dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu 1) Reduksi data 2) Penyajian data dan 3) Penyimpulan hasil analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Mengelola Sistem Kearsipan di kelas XI-1 APK SMK Negeri 1 Pamekasan mengalami penurunan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat diketahui berdasarkan hasil dari prestasi belajar siswa pada setiap siklusnya. Selain itu penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan di kelas XI-1 APK SMK Negeri 1 Pamekasan mendapat respon sangat positif dari siswa. Saran yang direkomendasikan terkait dengan hasil penelitian ini adalah 1) Bagi guru SMK Negeri 1 Pamekasan diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat dan sesui dengan massing-masing karaktteristik mata pelajaran. Khususnya bagi guru mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan agar dapat menerapakan pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) sebagai alternatif model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu guru juga memperhatikan alokasi waktu sesuai dengan apa yang sudah direncanakan serta guru hendaknya lebih membimbing siswa untuk berani mengugkapkan pendapatnya sehingga pembelajaran di kelas tidak hanya didominasi ole guru saja. 2)Bagi siswa agar dapat belajar dengan giat karena pembelajaran tersebut akan melatih siswa berpikir kritis berani mengungkapkan pendapat meningkatkan prestasi belajar. 3)Bagi peneliti berikutnya hendaknya dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran Berbasis Masalah bukan hanya pada mata pelajaran Mengelola Sistem Kearsipan tetapi juga pada mata pelajaran lain yang relevan. Misalnya mata pelajaran Keamanan keselamatan dan kesehatan kerja dan Prinsip-prinsip Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran dan Bekerjasaman dengan Kolega dan Pelanggan.