Tugas Akhir
Manfaat incentive compatible constraints untuk mengatasi masalah keagenan (agency problem) dalam praktek pembiayaan mudharabah pada PT. Bank Syariah BRI Cabang Malang / Tutik Kalis Wiarti
Abstrak
Kata Kunci incentive compatible constraints agency problem asymmetric information mudharabah. Kontrak mudharabah merupakan salah satu bentuk mekanisme keuangan syari ah yang digunakan untuk menggantikan sistem bunga. Dalam kontrak ini terdapat hubungan antara pemilik modal (shahibul mal/principal) dengan pelaku usaha (mudharib/agents). Kontrak mudharabah adalah kontrak kerjasama yang menanggung untung dan rugi antara pemilik dana (bank/principals) dengan nasabah (agents). Hubungan kontrak keuangan seperti dalam mudharabah ini biasanya dikenal dengan nama hubungan keagenan. Oleh karena itu kontrak seperti ini menuntut adanya transparansi bagi kedua belah pihak. Jika salah satu pihak (utamanya nasabah) tidak menyampaikan secara transparan tentang hal-hal yang berhubungan dengan perolehan hasil sehingga dapat terjadi aktivitas adverse selection dan moral hazard. Dalam transaksi keuangan masalah adverse selection dan moral hazard merupakan masalah asymmetric information. Kontrak mudharabah adalah kontrak keuangan yang sarat dengan aktivitas asymmetric information. Berdasarkan penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasi masalah keagenan yang merupakan salah satu penyebab rendahnya pembiayaan mudharabah di BRI Syariah cabang Malang. Dilihat dari sisi bank syariah rendahnya porsi pembiayaan mudharabah terkait dengan belum siapnya bank. Bank syariah menghadapi masalah yang melekat pada kontrak mudharabah yaitu adanya asymmetric information. Hal inilah yang juga terjadi pada bank BRI Syariah cabang Malang yang menyebabkan pembiayaan mudharabah masih sangat rendah jumlahnya. Dilihat dari sisi masyarakat pengguna bahwa banyak terjadi kecurangan yang dilakukan oleh masyarakat dalam kaitan dengan pelaporan-pelaporan keuangan atau moral hazard. Selain itu pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan yang menuntut kejujuran dan amanah. Untuk mengatasi masalah keagenan dapat diterapkan batasan-batasan tertentu yaitu dapat menggunakan batasan berdasarkan incentive compatible constraint yang diajukan Presley dan Session. Dengan batasan-batasan ini diharapkan penyimpangan dalam kontrak mudharabah dapat diminimalisasikan. Incentive compatible constraints adalah suatu cara yang disyaratkan kepada mudharib untuk mengurangi resiko terjadinya masalah keagenan dalam pembiayaan mudharabah.