Skripsi
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe GI (group investigation) terhadap minat belajar dan hasil belajar pada mata pelajaran periferal kelas X TKJ di SMK Negeri 6 Malang / Royyan Alfiyatu Zuhriyah
Abstrak
Kata Kunci hasil belajar kooperatif GI (Group Investigation) model konvensional (metode Ceramah Bermakna) periferal Pada pembelajaran periferal di SMK Negeri 6 Malang umumnya guru masih menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran kurang bervariasi dapat menyebabkan siswa cepat merasa bosan dan membuat hasil belajar siswa di SMK Negeri 6 Malang rendah. Agar dapat menciptakan situasi pembelajaran yang lebih bervariasi dan dapat meningkatkan peran serta siswa dalam pembelajaran maka perlu diterapkan model pembelajaran misalnya model pembelajaran kooperatif. Salah satu alternatif metode mengajar yang memungkinkan siswa berperan aktif dalam pembelajaran melalui pembelajaran kelompok. Pembelajaran kelompok merupakan model pembelajaran yang didalamnya siswa bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan khusus atau menyelesaikan suatu tugas. Dalam hal ini penelitian memilih menggunakan pembelajaran kelompok model Group Investigation yaitu masing-masing kelompok bekerjasama untuk merencanakan penyelidikan melaksanakan penyelidikan hingga menyajikan hasil akhir penyelidikan di depan kelas untuk kelas eksperimen. Selanjutnya untuk pembelajaran kelas kontrol menggunakan model konvensional (metode ceramah bermakna). Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan observasi. Metode tes digunakan untuk mengukur kognitif siswa dan tes observasi digunakan untuk mengukur psikomotorik siswa selama proses pembelajaran berlangsung baik di kelas kontrol dan eksperimen. Metode tes dan psikomotorik digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa yang dilihat dari pretest dan posttest. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut (1) tidak ada perbedaan kamampuan awal siswa kelas kontrol maupun eksperimen sebelum diberi perlakuan. (2) ada perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah diberi perlakuan untuk kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (metode ceramah bermakna) sehingga diperoleh thitung (2 089) ttabel (1 658). (3) minat belajar kelas kontrol tidak ada hubungan dengan hasil belajar dan minat belajar kelas eksperimen ada hubungan positif yang signifikan dengan hasil belajar.