Tugas Akhir
Studi pelaksanaan dan analisis biaya untuk pekerjaan plat pada proyek pembangunan laboraturium kimia Politeknik Negeri Malang / Benny Kurniawan
Abstrak
Kata kunci studi pelaksanaan analisis biaya dan pelat Perkembangan industri konstruksi di Indonesia sudah mengalami kemajuan. Dalam bidang konstruksi kita mengenal banyak konstruksi yaitu konstruksi beton konstruksi baja dan konstruksi kayu. Pekerjaan konstruksi di Indonesia umumnya menggunakan konstruksi beton bertulang dan kebanyakan material yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan rumah gedung dan tempat hunian lainnya adalah konstruksi beton bertulang. Pelat merupakan salah satu elemen struktur bangunan yang berfungsi menambah kekuatan pada arah horizontal dan untuk menahan beban yang ada diatasnya. Kegagalan pelaksanaannya akan berakibat langsung pada runtuhnya stuktrur lain yang berhubungan dengannya. Maka dari itu dalam mendirikan bangunan memerlukan pelaksanaanyang cermat Studi lapangan ini bertujuan untuk (1)Mengetahui pelaksanaan pelatProyek Pembangunan Laboratorium Kimia Politeknik Negeri Malang dan (2) untuk mengetahui perbedaan analisa biaya untuk pekerjaan pelat pada Proyek Pembangunan Laboratorium Kimia Politeknik Negeri Malang bila menggunakan standart perhitungan analisa biaya pada BOW (Burgerlijke Openbare Werken) dan Standart Nasional Indonesia (SNI 03-2835-2002). Studi lapangan pelaksanaan balok dan pelat dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Laboratorium Kimia Politeknik Negeri Malang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada studi lapangan ini adalah (1) observasi lapangan (2)wawancara/interview dan (3) dokumentasi. Setelah semua data terkumpul kemudian dianalisa dan selanjutnya dideskripsikan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian pelaksanaan pelat beton bertulang dari segi pelaksanaan. Pada pelaksanaan pekerjaan penulangan plat lantai pembengkokan tulangannya tidak sesui dengan RKS di lapangan. Untuk analisa biaya terdapat selisih antara yang ada pada Rencana Anggaran Biaya proyek dengan Analisa Biaya Pelaksanaan. Hasilnya biaya pelaksanaan lebih besar dari pada biaya perencanaan. Berdasarkan studi ini disarankan dalam pelaksanaan pelat dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan dalam kajian teori yang ada sehingga tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Pada akhirnya dapat mencapai kualitas beton yang baik. Begitu juga dengan penggunaan biayanya sehingga pelaksanaan proyek dapat mencapai kualitas beton yang baik dengan biaya yang efisien.