Tugas Akhir
Studi evaluasi pelaksanaan pekerjaan lapis permukiman menggunakan beton aspal pada proyek pembangunan jalan Widang-Gresik-Surabaya / Retno Anggarsih
Abstrak
Kata kunci pelaksanaan lapis permukaan beton aspal Transportasi merupakan suatu sistem yang sangat diperlukan oleh manusia dan transportasi yang paling sering digunakan adalah sistem transportasi darat. Oleh karena itu untuk menciptakan transportasi darat yang baik maka diperlukan perkerasan jalan yang berkualitas. Seperti pada pembanguan Jalan Widang-Gresik-Surabaya yang akan diciptakan lapisan permukaan yang berkualitas dengan tiga lapis campuran aspal yang digunakan. Lapis permukaan ini merupakan lapis teratas dan paling rawan terjadi kerusakan jika pemakai jalan membawa muatan yang sangat berat. Maka dalam hal ini selama proses pengerjaan lapis permukaan diperlukan pengawasan yang ekstra. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pekerjaan lapis permukaan secara keseluruhan cara kerja proses pengevaluasian dan pengawasannya. Pada studi ini diharapkan dapat menambah serta memperkaya ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan jalan khususnya pada pekerjaan lapis permukaan. Metode pengumpulan data dengan wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memeriksa kelengkapan data. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Hasil studi evaluasi pelaksanaan lapis permukaan adalah sebagai berikut. Tahapan pekerjaan lapis permukaan dimulai dari pekerjaan percobaan pemadatan dan percobaan penghamparan pekerjaan persiapan pekerjaan lapisan pengikat perkerasan pembuatan dan produksi campuran beraspal pengankutan ke lokasi penghamparan dan pemadatan campuran beraspal dan pengendalian mutu. Cara pengevaluasian pelaksanaan lapis permukaan dengan cara melakukan penegndalian mutu pada setiap pekerjaan yang kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan spesifikasi yang telah dibuat. Jika terdapat ketidaksesuaian maka akan dilakukan tindakan untuk memperbaikinya. Namun ada pekerjaan yang sedikit tidak sesuai dengan spesifikasi dan ada kendala non teknis yang menghambat pekerjaan yaitu keterlambatan pengiriman ke lokasi serta kerusakan pada komponen AMP (Asphalt Mixing Plant). Berdasarkan hasil studi lapangan dapat disarankan untuk lebih melakukan pengawasan yang ekstra agar pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan serta penambahan waktu untuk perawatan mesin pada peralatan yang akan dipakai agar lebih sedikit resiko untuk terjadinya kerusakan alat saat pekerjaan dimulai sehingga akan menghasilkan mutu lapis permukaan yang baik