Skripsi
Seni pertunjukan jaranan turangga yaksa di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek: tinjauan bentuk penyajian dan gerak oleh Nanik Sulistyowati
Abstrak
Mengingat upacara Baritan sudah tidak dilaksanakan lagi oleh masyarakat desa Dongko yang merupakan masyarakat putdukung hal ini dikarenakanm engikuti lajunya perkembanganja man sehinggam empengaruhpi ola pikir masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut maka terdapat beberapa permasalahan yang dapat diambil yaiti bagaimana bentuk penyajian dan gerak Jaranan Turangga Yaksad i desaD ongko kecamatanD ongko kabupatenT renggalek. Untuk melaksanakan tujuan tersebut peneliti menggunakan tehnik pengumpuland ata denganw awancara o bservasi d okumentasi s umberd ata l iteratur dan catatan lain yang menunjang sedangkan untuk analisis data menggunakan analisisd iskripsi yaitu memberikang ambaranm elukiskand an memaparkand ata. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa munculnya upacara Baritan dikarenakan adanya kemarau panjang hewan piaraan banyak yang mati sehinggam asyarakatd esaD ongko mengadakanu pac ra adat yang dinamakan up rcara Baritan Bubar Panen . Upasara Baritan ini merupakan salah satu bentukungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rahmat-Nya lewat hasil panend an keselamatanh ewan ternak. Puncak upacaraB aritan dipentaskanja ranan pegon dan langen ta1ub. Kesenian jaranan ini menjadikan ide gagasan tentang munculnyaJ arananT uranggaY aksa.Dengand emikian di dapatkanh asil bahway ang melatarbelakangi timbulnya pertunjukan kesenian ini adalah upacara Baritan sehingga masyarakat desa Dongko menggagas kesenian Jaranan Turangga Yaksa sebagai bentuk tradisi upacara Baritan tetap lestari dan dikenang oleh generasi penerus. Pertunjukan Jaranan Turangga Yaksa dalam penyajiannya menggunakan unsur gerak rias busana pola lantai pendukung sajian musik dan property. Kemudian dari hasil penelitian diperoleh data bahwa gerak yang menonjol pada Jaranan Turangga Yaksa adalah mendak punggung jejeg tidak mayuk dan gerak pokoknya terdiri dari gerak penglrubung (iunjungarL lawung sabetan) gerak dasar (sembahanl i ncakJincak sigar singkrak) d an peraog-peranga(np erangt iban perang jurus). Pada dasarnya gerakan mengacu pada gerak-gerak binatang. Sedangkan properti jaranan terbuat dari kulit kerbau dengan kepala b erhiaskanr aksasab erambut girnbal. Bila dilihat dari fungsinya kesenian Jaranan Turangga Yaksa sebagai sarana upacar4 sarana hiburan penyambutan tamu perayaan hari besar nasional dan festival. Selanjutnya Jaranan Turangga Yaksa hidup dan berkembang di tengahtargah masyarakat pendukungnya bahkan sampai menjangkau di luar wilayah kabupatenT renggalek. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diharapkan bagr para seniman khususnyad an generasi muda s ertam asyarakapt adau munnya untuk tetap menjaga kelestarian dengan jalan memelihara megembangkan dan meningkatkan identitas seni pertunjukan Jaranan Turangga Yaksa.