Skripsi
Peningkatan keterampilan menulis karangan sederhana dengan menggunakan media komik pada siswa kelas III SDN Ngaglik 03 Batu / Nita Nurhayati
Abstrak
Kata Kunci Keterampilan Menulis Karangan Sederhana Media Komik SD Berdasarkan pengamatan peneliti dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas III SDN Ngaglik 03 Batu peneliti menemukan fakta bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan kemampuan menulis karangan sederhana. Itu disebabkan oleh terbatasnya media pembelajaran yang ada di sekolah serta penyajian pembelajaran yang sebagian besar dilakukan guru dengan menggunakan ceramah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan media komik pada proses belajar mengajar dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan sederhana siswa kelas III SDN Ngaglik 03 Batu dan (2) Mendeskripsikan penggunaan media komik terhadap peningkatan keterampilan menulis karangan sederhana Bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Ngaglik 03 Batu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas III SDN Ngaglik 03 Batu sebanyak 20 anak. Pelaksanaan PTK ini terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan melipui perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dan tes keaktifan siswa serta kemampuan guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan media komik. Teknik analisa data yang digunakan adalah aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan keterampilan siswa dalam menulis karangan sederhana. Kesimpulan penelitian yaitu bahwa penggunaan media komik dapat meingkatkan keterampilan menulis karangan sederhana siswa. Kemampuan siswa dalam menulis karangan sederhana dapat dilihat dari kenaikan rata-rata yang diperoleh. Disarankan kepada kepala sekolah guru dan peneliti selanjutnya adalah (1) Guru atau kepala sekolah dapat mengembangkan penggunaan media komik pada pokok bahasa lain (2) Pembuatan RPP yang lebih baik pengelolan kelas yang baik disertai komponen pelengkap pembelajaran lain (3) Bagi kepala sekolah hendaknya membimbing dan mengarahkan guru dalam penggunaan media pembelajaran yang inovatif pada pembelajaran di kelas (4) Penggunaan media komik perlu dikembangkan lebih lanjut dan lebih bevariasi untuk memperbaiki kekurangan (baik masalah waktu yang digunakan media pembelajaran dan pengelolaan kelas yang maksimal) serta memperoleh hasil yang maksimal dan (5) Dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam melakukan penelitian lebih lanjut dan sejenis dengan materi atau cakupan yang lebih luas.