Skripsi
Feminisasi tenaga kerja di home industry keramik Dinoyo Malang pada tahun 1997-2010 dan relevansinya terhadap pendidikan / Mu\'arifatul Faizin
Abstrak
Kata Kunci Feminisasi Tenaga Kerja Home Industry Keramik Dinoyo Malang. Home industry keramik merupakan salah satu home industry yang berada di Kelurahan Dinoyo Malang. Home industry keramik tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya tenaga kerja perempuan oleh karena itu para pemilik home industry keramik lebih memilih tenaga kerja perempuan daripada laki-laki. Alasan pemiliknya lebih memilih tenaga kerja perempuan adalah karena perempuan itu cara kerjanya lebih rapi bagus telaten serta gajinya rendah. Sehingga di home industry keramik tersebut secara tidak langsung terjadi feminisasi tenaga kerja. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah gambaran umum mengenai home industry keramik Dinoyo Malang (2) Bagaimanakah gambaran feminisasi tenaga kerja di home industry keramik Dinoyo Malang dalam kurun waktu 1997-2010 (3) Bagaimanakah relevansi studi sejarah sosial-ekonomi home industry keramik Dinoyo Malang terhadap pendidikan . Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan gambaran umum mengenai home industry keramik Dinoyo Malang (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis gambaran feminisasi tenaga kerja di home industry keramik Dinoyo Malang dalam kurun waktu 1997-2010 (3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis relevansi studi sejarah sosial-ekonomi home industry keramik Dinoyo Malang terhadap pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan sejarah sosial-ekonomi. Mulai dari pemilihan topik heuristik kritik interpretasi hingga historiografi. Pemilihan topik menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan emosional dan intelektual. Heuristik adalah pengumpulan sumber sejarah yang terdiri dari sumber primer skunder dan tersier. Kritik bertujuan untuk mencari kebenaran dengan cara mengecek keabsahan data yang telah diperoleh. Dalam metode sejarah kritik (verifikasi) sumber dapat dilakukan dengan dua cara yaitu kritik eksternal dan internal. Interpretasi atau penafsiran ada dua cara yaitu analisis dan sintesis. Hasil interpretasi kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan yang disusun secara kronologis. Hal ini biasa dikenal dengan istilah historiografi yang merupakan tahap akhir dari penelitian sejarah. Hasil penelitian ini adalah (1) Home industry keramik Dinoyo mulai ada sejak dua atau tiga generasi ke atas yang dilihat dari sekarang. Awal mula keramik Dinoyo berasal dari kerajinan gerabah di sekitar Bhetek dan Penanggungan. Tahun 1957 pemerintah Kota Malang mendirikan pabrik keramik yang memproduksi keramik jenis isolator listrik dan mengalami bangkrut. Pada tahun 1965-1966 para pekerja yang kehilangan pekerjaan di pabrik keramik tersebut berinisiatif membuat keramik dan memasarkannya sendiri. Sehingga berdirilah home industry di RW III Kelurahan Dinoyo. (2) Home industry keramik Dinoyo Malang yang sampai sekarang masih berproduksi hanya tinggal enam pemiliknya secara tidak langsung melakukan feminisasi tenaga kerja. Hal ini dapat dilihat dari pemiliknya yang lebih memilih tenaga kerja perempuan daripada laki-laki (3) Relevansi home industry keramik Dinoyo terhadap pendidikan misalnya relevansi pendidikan bagi lingkungan masyarakat sekitar bagi pemerintah Kota Malang serta bagi pendidikan dalam pembelajaran formal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut lagi atau lebih luas kaitannya dengan penelitian tentang fenomena yang terjadi pada i ii tenaga kerja di home industry keramik Dinoyo Malang sebenarnya masih banyak sisi yang menarik dari fenomena tersebut yang perlu diteliti secara lebih mendalam lagi. Tetapi karena keterbatasan dari peneliti dalam hal waktu maka peneliti berharap semoga ada peneliti lain yang bisa melanjutkan penelitian ini. Selain itu disarankan pula kepada para perempuan harus bisa meneladani atau mencontoh apa yang telah dilakukan oleh para perempuan yang bekerja di home industry keramik Dinoyo Malang dalam membantu perekonomian keluarganya yaitu dengan cara bekerja tanpa melupakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.