Tugas Akhir
Studi evaluasi pelaksanaan pekerjaan plat lantai dengan model balok grid pada proyek pembangunan geooferey dermawan modern tropikal house Jl. Taman Indrakila Kav.43 & 45 Perum Araya-Malang / Beni Purnama
Abstrak
Kata Kunci pelaksanaan plat balok grid. Pada perencanaan suatu struktur bangunan ada kalanya sebuah struktur harus direncanakan dengan dimensi tertentu. Misalnya balok direncanakan dengan dimensi yang kecil agar ruang antara struktur semakin besar tetapi masih aman dan kuat serta memenuhi terhadap persyaratan yang telah ditentukan. Dalam hal ini untuk menambah kekakuan pada konstruksi digunakan struktur grid yaitu balok-balok yang saling menyilang dan menyatu pada bidang horizontal dimana gaya-gaya dominan yang bekerja adalah tegak lurus bidang tersebut. Dengan memakai struktur grid maka dapat diperoleh besar defleksi/lendutan yang terjadi akibat adanya gaya-gaya yang bekerja pada bangunan. Tujuan umum studi lapangan adalah untuk menganalisa memahami dan memberi wawasan yang luas dibidang pelaksanaan pekerjaan plat dan khususnya untuk masalah plat lantai dengan model balok grid. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data yang valid dalam studi lapangan adalah dengan cara survey yang didalamnya meliputi observasi wawancara dokumentasi dan studi pustaka pendukung tentang pelaksanaan pekerjaan plat. Hasil penelitian dari studi lapangan dalam pelaksanaan pekerjaan plat lantai dengan model balok grid meliputi (1) Untuk plat lantai dengan model balok grid bekisting yang digunakan adalah multipleks plywood filmed 8mm bambu 61638 8-10 cm dan paku (2) Pekerjaan penulangan besi yang digunakan adalah 12 mm dengan tulangan sengkang 6 mm dan BRC 10 mm (3) Pekerjaan pengecoran untuk komposisi campuran betonnya dengan cara manual menggunakan molen (4) Untuk pekerjaan perawatan beton dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari dengan air menggunakan ember terkadang penyiraman memanfaatkan air hujan. Pelaksanaan pekerjaan plat lantai ini terdapat beberapa perbedaan antara teori dan dilapangan yang hanya menggunakan perkiraan dan pengalaman para pekerja. Pada pekerjaan bekisting yang dilakukan tanpa perhitungan yang matang sehingga pada saat pengecoran terjadi kebocoran dan lendutan pada bekistingnya. Pekerjaan pembesian besi yang digunakan dalam keadaan berkarat. Pekerjaan pengecoran dalam penuangannya dilakukan dengan asal-asalan dan terlalu banyak dalam menuangkan adukan betonnya sehingga permukaannya tidak rata. Pada pekerjaan perawatan beton perawatannya seringkali menggunakan air hujan dan dilakukan tidak setiap hari. Dari hasil studi lapangan ini maka penulis menyarankan perencanaan dan perhitungan harus dilakukan dengan matang agar dalam pelaksanaanya dilapangan tidak terjadi kesalahan-kesalahan karena sering berubahnya perencanaan dan perhitungan dalam pekerjaan plat lantai yang hasilnya tidak maksimal.