Tugas Akhir
Pelaksanaan sistem akuntansi penggajian sebagai salah satu pendukung pengandalian intern pada PT. Sucofindo (Persero) cabang Surabaya / Prima Yulia Rendy
Abstrak
Kata Kunci Sistem Prosedur Penggajian Pengendalian Intern. PT. SUPERTENDING COMPANY OF INDONESIA disingkat PT. SUCOFINDO (PERSERO) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang inspeksi supevisi pengkajian dan pengujian yang tidak terbatas hanya di sektor agribisnis atau perdagangan melainkan juga merambah ke sektor- sektor lain seperti industri perminyakan dan gas bumi pertambangan kehutanan dan kelautan. Seiring bertambah banyaknya perusahaan lain yang bergerak pada sektor yang sama maka manajemen harus meningkatkan kinerja untuk memenuhi kepuasan pelanggan sehingga agar perusahaan dapat mencapai tujuan usaha diperlukan suatu sistem akuntansi. Sistem penggajian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan karyawan. Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari kinerja perusahaan itu sendiri oleh sebab itu adanya sistem akuntansi penggajian yang baik sangat menunjang keberhasilan suatu perusahaan ini. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem dan proses penggajian serta sistem akuntasi penggajian yang diterapkan pada PT. SUCOFINDO Cabang Surabaya telah mencapai tujuan dari pengendalian Intern. Metode pemecahan masalah dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah metode kualitatif yaitu analisa dalam bentuk kalimat untuk memperoleh kesimpulan. Data penelitian yang dihasilkan adalah uraian kata-kata yang berbentuk uraian kalimat baik menggunakan teori-teori maupun pemikiran yang logis. Hasil penilitian menunjukkan sistem dan prosedur penggajian yang dilakukan oleh PT. SUCOFINDO Cabang Surabaya dapat disimpulkan pelaksanaanya sudah berjalan dengan baik hal tersebut didukung dengan sistem dan prosedur yang dinilai sesuai dengan unsur- unsur pengendalian intern perusahaan. Saran yang dapat dikemukakan dengan penelitian ini adalah (1) Mengganti sistem absensi yang berbasis manual dengan sistem absensi otomatis yang langsung terintegrasi langsung ke kantor pusat (2) Membuatkan bagan alir penggajian supaya tidak terjadi kesalahpahaman antar fungsi dalam menjalankan tugasnya (3) Memberi sanksi kepada karyawan yang diketahui melakukan kecurangan.