Skripsi
Identifikasi kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran gambar dasar bangunan kelas X di SMK Negeri 6 Malang / Ratih Kristananegara
Abstrak
Kata Kunci Identifikasi Kesulitan Belajar Gambar Dasar Bangunan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan siswa kelas X yang belum memiliki dasar dalam menggambar bangunan khususnya dalam hal memahami konsep dan penerapan konsep gambar dasar bangunan ke dalam kertas gambar. Siswa kelas X merupakan kelas baru dan peralihan dari SMP yang mulai beradaptasi dengan materi gambar dasar bangunan di sekolah kejuruan sehingga dalam proses pembelajaran dapat mempengaruhi pemahaman penguasaan materi dan perolehan hasil belajar siswa pada awal semester di kelas X. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan siswa dalam memahami konsep menggambar dasar bangunan dan mengetahui faktor-faktor kesulitan siswa menerapkan/menuangkan konsep menggambar dasar bangunan ke dalam kertas gambar. Pemilihan identifikasi kesulitan belajar menggambar dasar bangunan dilakukan pada siswa SMK khususnya pada semester satu. Dengan menentukan siswa kelas X sebagai sampel untuk menentukan kesulitan pada awal-awal sekolah di SMK dengan menitik beratkan pada kajian mata pelajaran menggambar. Hal ini dikarenakan tidak adanya panduan menggambar dasar yang baku pada waktu mereka di SMP. Identifikasi kesulitan belajar pada siswa ini akan berpengaruh positif terhadap siswa maupun guru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hal pemahaman konsep siswa belum begitu paham tentang konsep menggambar dasar bangunan yang dijelaskan di dalam mata pelajaran menggambar. Begitu pula dalam hal penerapan konsep menggambar dasar bangunan siswa banyak yang tidak paham cara menerapkan konsep menggambar dasar bangunan ke dalam kertas gambar. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka dalam hal pemahaman konsep diperlukan model pembelajaran yang kontekstual sehingga pembelajaran akan lebih menarik dan siswa akan lebih mudah dalam memahami konsep dasar menggambar bangunan. Dalam hal penerapan konsep diperlukan media pembelajaran sebagai alat peraga untuk menyampaikan materi yang diajarkan. Alat perga tersebut dapat berupa gambar detail yang membuat siswa lebih memahami dan bisa menerapkannya ke dalam media gambar berupa kertas gambar.