Skripsi
Implementing crossword puzzle to improve vocabulary achievement in english of the fourth graders at SDN I Tapen, Bondowoso / Rindi Risanah Yulidesti
Abstrak
Kata Kunci teka-teki silang penguasaan kosakata penelitian tindakan kelas Pengajaran kosakata bahasa Inggris pada anak-anak merupakan hal yang sangat penting karena hal ini merupakan modal bagi mereka untuk memahami ungkapan-ungkapan sederhana baik dalam bentuk lisan maupun tertulis. Namun sayangnya guru bahasa Inggris di SDN 1 Tapen Bondowoso kurang memberikan latihan penguasaan kosakata yang memadai kepada siswa kelas IV. Oleh karena itulah penguasaan kosakata siswa kelas IV SDN 1 Tapen Bondowoso yang tampak dalam studi pendahuluan melalui tes penguasaan kosakatan yang dilakukan oleh peneliti kurang memuaskan. Hasil dari tes penguasaan kosakata ini menunjukkan bahwa lebih dari 17 siswa ( 50% dari keseluruhan 34 siswa) memperoleh nilai dibawah SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Minimal) 70 dan tidak mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Sehingga mereka mengalami kesulitan baik dalam mengungkapkan ide mereka maupun dalam memahami kata-kata dalam bahasa Inggris secara lisan dan tertulis. Oleh karena itu digunakanlah teka-teki silang untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana teka-teki silang dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas IV di SDN 1 Tapen Bondowoso. Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang mana peneliti dan guru Bahasa Inggris bekerjasama menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan kriteria keberhasilan. Pada penelitian ini guru Bahasa inggris bertindak sebagai pengamat yang mengamati pengimplementasian teka-teki silang dan keterlibatan siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar. Penelitian ini hanya terdiri dari satu siklus karena hasil dari tes penguasaan kemampuan kosakata siswa kelas IV pada siklus I telah memenuhi kriteria keberhasilan dan lebih dari 17 siswa ( 50% dari keseluruhan 34 siswa) telah berpartisipasi aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Siklus I tersebut terdiri dari beberapa tahap antara lain perencanaan implementasi pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini terdiri dari 34 siswa kelas IV (19 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan) SDN 1 Tapen Bondowoso pada tahun akademik 2009/2010. Instrumen penelitian ini meliputi lembar pengamatan catatan lapangan tes penguasaan kosakata dan kuisioner pembelajaran. Materi pengajaran diperoleh dari buku-buku yang mereka gunakan di dalam kelas. Kosakata yang diajarkan mencakup 3 kelas kata yaitu kata benda kata kerja dan kata sifat. Topik yang diajarkan pada pertemuan I dari siklus I adalah Home Activities yang terkait dengan Simple Present Tense sedangkan pada pertemuan II dari siklus I adalah Home Activities yang terkait dengan Present Continuous Tense. Pada penelitian ini peneliti mengharapkan lebih dari 17 siswa ( 50% dari keseluruhan 34 siswa) memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70 dan aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teka-teki silang secara efektif dapat meningkatkan kemampuan kosakata siswa kelas IV karena lebih dari 17 siswa ( 50% dari keseluruhan 34 siswa) memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70 dan aktif selama proses belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teka-teki silang dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas IV di SDN 1 Tapen Bondowoso. Metode ini lebih efektif daripada metode memorisasi karena dapat mengajarkan kosakata dalam konteks yang bermakna. Oleh karena itu diharapkan metode ini dapat diterapkan oleh para guru Bahasa Inggris sebagai alternatif teknik pembelajaran kosakata untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Selain itu para peneliti di masa mendatang diharapkan dapat mengadakan penelitian terkait penggunaan teka-teki silang pada tingkat pendidikan yang berbeda dan dalam manajemen kelas yang berbeda pula misalnya dalam kerja kelompok.