Tugas Akhir
Evaluasi volume pekerjaan plat atap pada proyek pembangunan laboratorium kimia Politeknik Negeri Malang / Choirur Ria Muchtafa
Abstrak
Kata kunci evaluasi volume pekerjaan plat atap Dalam perhitungan Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) sering terjadi perbedaan antara yang diestimasi oleh kontraktor dengan keadaan riil yang terpasang dilapangan. Untuk mengetahui perbedaan volume pekerjaan tersebut dilakuakn dengan cara membandingkan antara volume pekerjaan (Bill of Quantity) yang dihitung oleh kontraktor dengan perhitungan volume pekerjaan (Bill of Quantity) yang riil terpasang dilapangan. Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan volume pekerjaan Bill of Quantity) yang dihitung oleh kontraktor dengan perhitungan volume pekerjaan (Bill of Quantity) yang riil terpasang dilapangan dan hasil evaluasi ini diharapkan dapat digunakan untuk referensi dalam mengestimasi volume pekerjaan agar mendekati keadaan riil yang terpasang dilapangan. Dalam rencana volume pekerjaan plat atap beton kontraktor menghitung berdasarkan acuan gambar rencana yang dibuat sehingga untuk beberapa bagian konstruksi mengacu pada persepsi estimator sendiri berbeda halnya dengan volume pekerjaan plat atap beton pelaksanaan yang dihitung berdasarkan bentuk jadi suatu bangunan dalam keadaan nyata dilapangan hasilnya pasti berbeda dengan perhitungan kontraktor. Evaluasi Volume Pekerjaan Plat Atap ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Laboratorium Kimia Politeknik Negeri Malang. Teknik yang digunakan dalam evaluasi ini adalah membandingkan antara volume pekerjaan (Bill of Quantity) yang dihitung oleh kontraktor dengan perhitungan volume pekerjaan (Bill of Quantity) yang riil terpasang dilapangan. Hasil studi lapangan dan pembahasan menunjukkan bahwa (1) volume pekerjaan yang dihitung oleh kontraktor adalah pekerjaan bekisting 138 462 m3 pekerjaan pembesian 24.777 859 kg pekerjaan pembetonan 138 462 m3 (2) volume pekerjaan yang dihitung berdasarkan kondisi terpasang dilapangan adalah pekerjaan bekisting 756 2224 m2 pekerjaan pembesian 23.987 5 kg pekerjaan pembetonan 133 740 m3. (3) perbedaan volume yang dihitung oleh kontraktor dengan kondisi riil yang terpasang dilapangan adalah pekerjaan bekisting karena tidak adanya kesetaraan satuan maka sulit untuk dilakukan pekerjaan pembesian 790 359 kg pekerjaan pembetonan 4 7211 m3 untuk pekerjaan pembesian dan pekerjaan pembetonan kondisi terpasang dilapangan hasil selisihnya lebih kecil dari estimasi kontraktor. Dari hasil evaluasi ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara perbedaan volume pekerjaan Bill of Quantity) yang dihitung oleh kontraktor dengan perhitungan volume pekerjaan (Bill of Quantity) yang riil terpasang dilapangan dan untuk besaran nilai selisih antara kondisi riil yang terpasang bisa lebih besar ataupun lebih kecil dari volume pekerjaan Bill of Quantity) yang dihitung oleh kontraktor