Skripsi
Peningkatan kemampuan membacakan puisi dengan model parade puisi siswa kelas VIIA SMPN 1 Wungu tahun pelajaran 2009/2010 / Estuning Dewi Hapsari
Abstrak
Kata Kunci peningkatan membaca puisi model parade puisi Membaca puisi merupakan salah satu kompetensi yang menjadi tuntutan di 2006. Berdasarkan panduan pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum materi puisi telah tertera mulai kelas III SD. Namun tidak jarang materi puisi masih dianggap asing dan sulit. Anggapan tersebut menyebabkan siswa kurang berminat ketika belajar puisi. Hal tersebut dialami pula oleh siswa kelas VII A SMPN 1 Wungu. Membaca puisi sering dihindari siswa. Mereka merasa takut jika disuruh membacakan puisi di depan kelas. Pembelajaran membacakan puisi selalu disambut oleh siswa dengan ekspresi kaget dan takut. Siswa enggan untuk membaca puisi karena mereka beranggapan bahwa membaca puisi merupakan pekerjaan yang sulit. Rasa percaya diri yang belum tumbuh menyebabkan pembelajaran membacakan puisi mengalami kendala. Masalah tersebut menyebabkan guru mengalami kesulitan untuk mengendalikan kelas ketika pembelajaran membacakan puisi. Tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membacakan puisi dengan model parade puisi. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) proses meningkatkan kemampuan membacakan puisi pada pada kegiatan pendahuluan inti dan penutup dan (2) hasil meningkatkan kemampuan membacakan puisi pada aspek menggunakan irama menggunakan volume menggunakan mimik dan menggunakan kinesik. Sesuai dengan tujuan maka rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dengan dua siklus pada tanggal 20 Maret sampai 10 Mei 2010. Dalam penelitian ini pembelajaran membacakan puisi dengan model parade dilakukan dua penilaian. Jenis data penelitian ada dua yaitu data proses dan data hasil. Data proses berupa hasil catatan lapangan berdasarkan observasi lembar angket hasil wawancara dan dokumentasi hasil membacakan puisi selama pembelajaran berlangsung. Data hasil penelitian ini adalah hasil membacakan puisi dengan model parade puisi. Data tersebut berupa penampilan siswa dalam membacakan puisi berdasarkan irama volume suara mimik dan kinesik. Berdasarkaan hasil analisis data proses kemampuan membacakan puisi dengan model parade puisi mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus II. Peningkatan tersebut terlihat dari antusiasme dan semangat siswa mengikuti semua tahap pembelajaran. Pada kegiatan awal siswa mengamati video parade puisi dan contoh pembacaan puisi. Siswa bersama-sama guru menyimpulkan kekurangan dan kelebihan dari contoh membacakan puisi. Pada kegiatan inti Guru menjelaskan langkah-langkah membacakan puisi. Guru mendampingi siswa berdiskusi dan berlatih membacakan puisi. Siswa berdiskusi memberikan tanda intonasi serta volume. Siswa tampil membacakan puisi secara parade dengan kelompok. Guru membimbing siswa memberikan saran dan kritik secara lisan kepada kelompok lain. Pada kegiatan penutup siswa dan guru melakukan refleksi dengan mengingat kembali kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan . Refleksi digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari. Guru memberikan hadiah pada kelompok terbaik sebagai wujud penghargaan pada siswa. Kegiatan pembelajaran disambut dengan sangat antusias oleh siswa. Hal tersebut terlihat ketika siswa berlatih membacakan puisi. Siswa yang ingin mengulang membacakan puisi ketika merasa membaca dengan kurang baik. Antusiasme siswa juga terlihat ketika guru memberikan hadiah pada kelompok terbaik. Siswa bertepuk tangan meriah ketika hadiah tersebut dibagikan. Berdasarkan analisis data hasil dengan pedoman SKM sekolah yakni skor 70 dipaparkan temuan hasil peningkatan kemampuan per aspek sebagai berikut. Aspek irama meningkat dari 92% (siklus I) menjadi 96% (siklus II). Aspek volume siklus I dan II konstan sebesar 96% namun dibandingkan dengan studi pendahuluan sudah meningkat. Aspek mimik meningkat dari 46% (siklus I) menjadi 80% (siklus II). Aspek kinesik meningkat dari 39% (siklus I) menjadi 84% (siklus II). Berdasarkan hasil penelitian model parade puisi perlu mendapat perhatian bagi guru dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model parade puisi mampu meningkatkan kemampuan siswa membacakan puisi. Disarankan kepada kepala sekolah untuk memberikan dukungan bagi guru dengan menyediakan fasilitas agar kualitas pembelajaran meningkat. Kepada guru disarankan untuk menggunakan model parade puisi dalam pembelajaran membacakan puisi. Guru dapat guru memilih dan mengembangkan model yang tepat kreatif dan inovatif agar kualitas pembelajaran dapat senantiasa ditingkatkan. Bagi peneliti lanjutan disarankan untuk mengkaji lebih mendalam dengan menggunakan kriteria dan evaluasi sebagai upaya meningkatkan kemampuan membacakan puisi.