Tesis
Pengembangan paket pembelajaran mata pelajaran keterampilan membuat manisan nangka untuk warga belajar pendidikan luar sekolah program keaksaraan fungsional tingkat mandiri / Putut Wijayanto
Abstrak
Tesis Program Studi Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng M.Pd. (2) Prof. Dr. Punadji Setyosari M.Ed. Kata kunci Paket Pembelajaran Pengembangan Keaksaraan Fungsional Teknologi Pembelajaran memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah belajar. Pemecahan masalah belajar tersebut amat penting karena terkait dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran tersebut dapat ditempuh dengan mengarahkan kegiatan pembelajaran pada tiga aspek penting yaitu keefektifan efisiensi dan daya tarik. Salah satu peran besar bidang Teknologi Pembelajaran adalah penyediaan sumber-sumber belajar melalui kegiatan pengembangan (development). Sementara itu kondisi di lapangan khususnya pada Pendidikan Luar Sekolah (PLS) program Keaksaraan Fungsional (KF) Tingkat Mandiri belum tersedia bahan belajar yang benar-benar dirancang khusus (by design) untuk pembelajaran. Warga belajar program KF masih menggunakan media dan fasilitas pembelajaran yang sangat sederhana seperti papan tulis sobekan koran majalah berbagai bungkus kemasan produk mesin jahit dan perabotan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu dirasakan perlu untuk mengembangkan paket pembelajaran yang terwujud dalam bentuk bahan ajar berupa media video yang terintegrasi dengan modul pembelajaran. Bahan pembelajaran yang dipilih dan dikembangkan dalam penelitian ini adalah untuk Mata Pelajaran Keterampilan dengan mengambil satu bahasan tentang Membuat Manisan Nangka. Hal tersebut sesuai dengan pelaksanaan Program KF yang mengutamakan pembelajaran life skills. Keterwakilan waktu dan tempat tertentu menjadi alasan dikembangkannya Paket Pembelajaran Mata Pelajaran Keterampilan Membuat Manisan Nangka ini. Dengan karakteristik nangka sebagai buah musiman dan tumbuh subur di daerah tertentu maka perlu dikembangkan bahan ajar ini agar warga belajar bisa mempelajarinya kapanpun. Lantas pada saat musim panen mereka bisa menerapkannya dalam praktek yang bisa bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Paket pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan kajian Teknologi Pembelajaran dengan memperhatikan komponen-komponen bahan belajar yang terkandung di dalamnya. Harapan yang ingin dicapai adalah dapat mengoptimalkan proses pembelajaran dan mengakomodasi kepentingan warga belajar. Pertimbangan lain adalah bahwa dengan menggunakan bahan belajar yang dikembangkan ini memungkinkan warga belajar untuk dapat belajar secara aktif dan mandiri. Prosedur pengembangan melalui tiga tahapan. Tahap pertama merancang pembelajaran (model Dick Carey 2001) yang terdiri atas langkah-langkah mengidentifikasi tujuan pembelajaran umum melakukan analisis pembelajaran mengidentifikasi perilaku dan karakteristik pebelajar menulis tujuan pembelajaran khusus mengembangkan item-item tes acuan patokan mengembangkan strategi pembelajaran mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif dan merevisi kegiatan pembelajaran. Tahap kedua penyusunan dan penulisan modul bahan ajar panduan warga belajar panduan tutor serta produksi media video pembelajaran. Tahap penyusunan modul bahan ajar panduan tutor dan warga belajar memerhatikan hal-hal sebagai berikut. Modul bahan ajar memiliki komponen pembelajaran meliputi 1) judul bab dan konsep-konsep kunci 2) petunjuk 3) epitome 4) pendahuluan 5) tujuan pembelajaran umum 6) tujuan pembelajaran khusus 7) uraian materi 8) soal latihan 9) rangkuman materi 10) tes akhir bab. Panduan warga belajar meliputi petunjuk penggunaan bahan ajar petunjuk penggunaan media dan bahan lain yang diperlukan petunjuk pengerjaan soal latihan dan tugas. Panduan tutor berisi petunjuk-petunjuk penggunaan bahan ajar bagi tutor. Kegiatan produksi media video pembelajaran meliputi kegiatan praproduksi produksi dan pascaproduksi. Tahap ketiga mendesain dan melakukan evaluasi formatif meliputi tanggapan ahli isi ahli desain dan ahli media pembelajaran uji coba perorangan uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Pada tahap ini dilakukan analisis dan revisi terhadap modul bahan ajar panduan warga belajar panduan tutor dan media video pembelajaran.