Skripsi
Peningkatan keterampilan menulis puisi dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen pada siswa kelas V SDN Sobontoro II Tulungagung / Krisna Puspasari
Abstrak
Kata Kunci menulis peningkatan puisi rekonstruksi parsial cerpen. Salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa SD kelas V adalah menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat. Dalam kenyataannya siswa sering mengalami kesulitan untuk menulis puisi. Kondisi tersebut terjadi pada siswa kelas V SDN Sobontoro II Tulungagung. Siswa di kelas ini kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran menulis puisi sehingga mengalami beberapa kesulitan seperti di atas. Oleh karena itu diperlukan teknik atau pun metode pembelajaran yang efektif inovatif dan menyenangkan agar dapat membuat siswa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran menulis puisi. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk merangsang keterampilan siswa dalam menulis puisi adalah teknik rekonstruksi parsial cerpen. Teknik rekonstruksi parsial cerpen merupakan teknik yang digunakan dalam menulis puisi dengan cara merekonstruksi atau menyusun kembali cerpen yang telah dibaca secara parsial menjadi puisi. Tujuan umum penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan menulis puisi dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen pada siswa kelas V SDN Sobontoro II Tulungagung. Proses dan hasil peningkatan perlu dideskripsikan untuk menjelaskan kualitas peningkatan. Oleh karena itu secara khusus tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) proses meningkatkan keterampilan menulis puisi dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen pada kegiatan awal kegiatan inti dan penutup dan (2) hasil peningkatan keterampilan menulis puisi dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen pada aspek kemampuan menentukan tema memilih kata (diksi) menggunakan rima dan menggunakan majas. Dalam penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sobontoro II Tulungagung sebanyak 24 siswa dengan rincian 10 putra dan 14 putri. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru kelas yang bernama Ibu Lis Suwarti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi. Adapun data primer yang digunakan adalah proses meningkatkan dan hasil kemampuan menulis puisi siswa sedangkan data sekunder adalah data catatan lapangan dan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa yang menjadi subjek penelitian. Sumber data penelitian ini adalah aktivitas proses dan hasil kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen yang berasal dari guru siswa dan proses pembelajaran. Proses meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa dilakukan dalam dua tindakan siklus yaitu tindakan siklus I dan siklus II. Pada setiap tindakan terdapat tiga tahap kegiatan yaitu kegiatan awal kegiatan inti dan penutup. ii Berdasarkan hasil analisis data proses meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen dilakukan dalam tiga kegiatan yaitu kegiatan awal kegiatan inti dan penutup. Kegiatan awal dilakukan dengan membangkitkan skemata siswa tentang menulis puisi menyanyikan lagu tentang puisi memberikan contoh puisi yang ditulis berdasarkan teknik rekonstruksi parsial cerpen dan latihan menulis puisi dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen secara klasikal dan individu. Kegiatan inti dilakukan dengan menulis puisi dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen. Siswa memilih cerpen yang disiapkan oleh guru menentukan tema cerpen menentukan peristiwa-peristiwa utama dalam cerpen memilih salah satu peristiwa utama mengumpulkan kata-kata dan menyusun puisi. Kegiatan penutup dilakukan dengan mengulang hal-hal penting dalam menulis puisi mengidentifikasi kesulitan siswa mendiskusikan manfaat yang diperoleh siswa dalam pembelajaran dan merancang kegiatan tindak lanjut untuk terus berlatih menulis puisi. Semua tahapan dalam setiap kegiatan tersebut dilakukan siswa dengan baik. Berdasarkan analisis data hasil diketahui kemampuan siswa dalam menulis puisi mengalami peningkatan. Pada aspek kemampuan menentukan tema 83 3% siswa termasuk dalam kategori tinggi (siklus I) dan meningkat menjadi 100% siswa (siklus II). Pada aspek kemampuan memilih kata (diksi) 25% siswa termasuk kategori tinggi (siklus I) dan meningkat menjadi 75% siswa (siklus II). Pada aspek kemampuan menggunakan rima 92% siswa termasuk kategori tinggi (siklus I) dan meningkat menjadi 100% (siklus II). Pada aspek kemampuan menggunakan majas 4 2% siswa yang termasuk dalam kategori tinggi (siklus I) dan 4 2% siswa (siklus II). Secara utuh kemampuan siswa dalam menulis puisi meningkat dari 50% siswa (siklus I) yang mampu mencapai KKM menjadi 100% siswa (siklus II). Berdasarkan perolehan nilai tersebut dapat dikatakan bahwa dengan teknik rekonstruksi parsial cerpen kemampuan menulis puisi siswa meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk menerapkan teknik rekonstruksi parsial cerpen sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Kepada peneliti lain dapat mengembangkan teknik pembelajaran ini dengan memperbaiki kekurangan yang ada. Selain itu peneliti lain disarankan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa dengan menggunakan media yang lebih efektif inovatif dan menyenangkan.