Skripsi
Survei tentang sarana dan prasarana pendidikan jasmani Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) se-kabupaten Blitar / Anggara Dwi Hanardian
Abstrak
Kata kunci Survei sarana prasarana proses pembelajaran pendidikan jasmani Sarana dan prasarana merupakan unsur penting untuk menjalankan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada bulan April 2010 sarana dan prasarana pendidikan jasmani yang ada di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yang berada di Kabupaten Blitar tepatnya SMAN 1 Ponggok di Desa Cangkring Kecamatan Ponggok masih kurang mendukung untuk melakukan proses pembelajaran yang baik ini terlihat dari kurang lengkapnya alat-alat lapangan dan gedung olahraga yang dimiliki oleh sekolah tersebut disesuaikan dengan materi pada KTSP yang tercantum dalam silabus yang disusun misalnya seperti tidak adanya sarana dan prasarana softball walaupun dapat diselesaikan dengan cara memodifikasi permainan menggunakan bola voli sebagai pengganti bola dan tangan sebagai ganti pemukul kayu akan tetapi menumbuhkan persepsi siswa tentang permainan softball dirasa masih sangat kurang. Tidak tersedianya sarana dan prasarana lompat tinggi juga menjadikan pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sesuai silabus dan RPP yang telah disusun selain itu juga tidak tersedianya gedung untuk senam maupun gedung untuk digunakan bermain badminton dan sebagainya sangat mengganggu proses pembelajaran. Dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai tersebut dapat mempengaruhi proses belajar mengajar sehingga siswa kurang bisa memaksimalkan keterampilannya di bidang pendidikan jasmani. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SMAN se-Kabupaten Blitar (2) Untuk mengetahui Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani SMAN se-Kabupaten Blitar kaitannya dengan Proses Pembelajaran. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut (1). (a). Sarana dan prasarana Pendidikan Jasmani SMAN se-Kabupaten blitar yaitu 100% memiliki bola sepak bola voli bola basket net untuk bulutangkis tiang untuk bulutangkis stopwatch meteran peluru cakram matras tape recorder lapangan bola voli dan bak lompat. 85 71% memiliki keranjang untuk bola basket tiang untuk bola basket peluit start block lembing kaset senam body protector tenda kompas dan lapangan bola basket. 71 43% memiliki gawang sepak bola tongkat matras tiang untuk lompat tinggi mistar peti lompat sound system dan peta. 57 14% memiliki shuttlecock net bulutangkis tiang bulutangkis samsak lapangan sepak bola dan lapangan untuk kegiatan pendidikan luar kelas. 42 86% memiliki gedung/lapangan/aula aktivitas pengembangan. 28 57% memiliki jaring raket gawang untuk lari gawang cone/tiang lapangan bulutangkis dan lapangan tolak peluru. 14 29% memiliki bola softball glove pemukul/stick barbell ring kuda-kuda pelana kuda-kuda lompat matras bela diri gedung/aula aktivitas ritmik.. (b). Perbandingan Prasarana Pendidikan Jasmani SMAN se-Kabupaten Blitar dengan Standar Umum Prasarana Sekolah maka hanya ada 4 sekolah yang memenuhi standar yaitu SMAN 1 Srengat SMAN 1 Talun SMAN 1 Ponggok dan SMAN 1 Sutojayan. (2). Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani SMAN se-Kabupaten Blitar kaitannya dengan Proses Pembelajaran yaitu 47 62% memiliki sarana prasarana tidak lengkap dan/ atau tidak memenuhi syarat serta pembelajaran dapat berlangsung maka dapat dikategorikan kurang baik. Dinas Pendidikan dan Sekolah hendaknya memperhatikan keberadaan sarana dan prasarana dari segi kualitas dan kuantitasnya. Guru pendidikan jasmani harus lebih kreatif untuk mensiasati ketidak tersediaan sarana maupun prasarana disekolah serta dapat menggunakan sarana dan prasarana yang telah ada disekolah dengan sebaik-baiknya.