Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar acak pada siswa kelas VIII-E SMP Negeri 3 Bangil / Novia Hidayati
Abstrak
Kata Kunci peningkatan menulis cerpen media gambar acak Menulis cerpen merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa kelas VIII SMP. Guru bertugas mengajari siswa menulis cerpen. Tidak dapat dihindarkan jika dalam praktik pembelajaran menulis cerpen di kelas siswa mengalami kendala. Oleh karena itu antara peneliti dengan guru secara kolaboratif ingin meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa dengan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media gambar acak. Tujuan umum penelitian adalah meningkatkan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar acak siswa kelas VIII-E SMP Negeri 3 Bangil. Tujuan penelitian secara khusus adalah (1) proses meningkatkan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar acak pada tahap awal pembalajaran inti pembelajaran dan akhir pembelajaran dan (2) hasil meningkatkan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar acak pada aspek tema tokoh dan penokohan latar sudut pandang dan penulisan uraian cerita dialog serta monolog. Data dalam penelitian ini antara lain data hasil pelaksanaan tindakan data hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti selama proses pelaksanaan tindakan data hasil wawancara dan data hasil studi dokumentasi. Data-data dikumpulkan peneliti dengan beberapa teknik. Teknik-teknik yang digunakan adalah (1) observasi (2) pedoman wawancara (3) pengamatan lapangan dan (4) dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan bantuan guru dan rekan peneliti. Proses penggunaan media gambar acak dalam kegiatan pembelajaran menulis cerpen yaitu (1) guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai (2) guru menyajikan gambar acak sebagai model (3) guru membagikan cerpen yang dijadikan model (4) guru membimbing siswa mengurutkan gambar serta menganalisis unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen (5) guru menyajikan media gambar acak yang kedua (6) siswa mengurutkan gambar dan membuat kerangka cerpen (7) guru membimbing siswa mengembangkan kerangka cerpen. Berdasarkan hasil analisis data proses kemampuan menulis cerpen siswa mengalami peningkatan pada siklus I dan siklus II. Pada kegiatan awal pembelajaran siswa menyimak penjelasan guru mengenai kompetensi menulis cerpen siswa mengemukakan pendapatnya tentang hambatan-hambatan yang pernah dialami ketika menulis cerpen siswa mendengarkan pembacaan kutipan cerpen yang menarik yang dilakukan oleh guru. Siswa tampak antusias ketika mendengarkan kutipan cerpen. Kegiatan inti pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap proses menulis yaitu tahap pra menulis menulis dan pasca menulis. Pada tahap pra menulis siswa mengamati gambar acak yang dijadikan model membaca cerpen yang dijadikan model mencocokkan bagian cerpen yang sesuai dengan nomor gambar acak menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen yang dijadikan model mengamati gambar acak yang kedua menyusunnya menjadi rangkaian cerita yang logis dan membuat kerangka cerpen. Pada tahap menulis siswa mengembangkan kerangka cerpen menjadi cerpen yang utuh melingkupi tema tokoh dan penokohan latar alur sudut pandang uraian cerita dialog dan monolog. Pada tahap pasca menulis siswa merevisi dan menyunting cerpen melingkupi ejaan tanda baca dan bahasa. Pada kegiatan akhir pembelajaran siswa mengemukakan pendapatnya mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan mendengarkan pembacaan kutipan salah satu cerpen siswa yang dilakukan oleh siswa dan guru memberitahukan kepada siswa bahwa cerpen terbaik dipajang di mading kelas. Siswa terlihat antusias dan senang ketika mendengar pemberitahuan tersebut. Berdasarkan analisis data hasil diketahui kemampuan siswa dalam menulis cerpen mengalami peningkatan. Pada aspek kemampuan menentukan tema tidak ada siswa yang termasuk kategori mampu pada siklus I tetapi pada siklus II jumlah siswa yang termasuk kategori mampu sebanyak 51 6%. Pada aspek kemampuan mendeskripsikan tokoh dan penokohan jumlah siswa yang termasuk kategori mampu sebanyak 51 6% (siklus I) meningkat menjadi 87 1% (siklus II ). Pada aspek kemampuan merumuskan alur jumlah siswa yang termasuk kategori mampu sebanyak 22 6% (siklus I) meningkat menjadi 51 6% (siklus II). Pada aspek kemampuan mendeskripsikan latar jumlah siswa yang termasuk kategori mampu sebanyak 41 9% (siklus I) meningkat menjadi 83 9% (siklus II). Pada aspek kemampuan menggunakan sudut pandang jumlah siswa yang termasuk kategori mampu sebanyak 96 8% (siklus I) meningkat menjadi 100% (siklus II). Pada aspek kemampuan menuliskan uraian cerita dialog dan monolog jumlah siswa yang termasuk kategori mampu sebanyak 3 2% (siklus I) meningkat menjadi 19 3% (siklus II). Secara keseluruhan persentase jumlah siswa yang sudah mencapai standar ketuntasan belajar minimun adalah 22 7%% (siklus I) meningkat menjadi 100% (siklus II). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru Bahasa Indonesia agar menggunakan media gambar acak untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa. Pada peneliti lanjut disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut misalnya peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media yang lainnya.