Skripsi
Penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas 4 SDN Kesongo II Kabupaten Bojonegoro / Setiya Ninggiarti
Abstrak
Kata Kunci model Polya memecahkan masalah Berdasarkan observasi awal di SDN Kesongo II diketahui bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika terkait dengan pecahan masih rendah. Rendahnya kemampuan ini dilihat dari hasil belajar matematika pada soal berbentuk cerita sebagai salah satu bentuk penyajian permasalahan. Rata-rata kelas hanya 33 dengan jumlah siswa yang tuntas hanya 5 siswa dari 16 siswa kelas 4. Salah satu penyebabnya adalah selama ini siswa menyelesaikan permasalahan dalam bentuk soal cerita tanpa melalui langkah-langkah yang urut. Siswa langsung mengoperasikan bilangan yang terdapat pada soal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembelajaran model Polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas 4 SDN Kesongo II kabupaten Bojonegoro. Permasalahan berkaitan dengan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan biasa yang dikemas dalam soal cerita. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek siswa kelas 4 sebanyak 15 siswa. Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes observasi wawancara dan dokumentasi. Indikator keberhasilan tindakan dilihat dari peningkatan rata-rata kelas dan persentase siswa yang tuntas belajar dengan KKM 55 pada materi pecahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran yaitu siswa mulai berani berpendapat melalui diskusi kelompok maupun diskusi kelas untuk menyelesaikan permasalahan. Pengelompokan yang heterogen dalam hal kemampuan membawa dampak positif yaitu terjadinya transfer pengetahuan dengan teman sebaya. Selain aktivitas siswa mengalami peningkatan kemampuan memecahkan masalah berupa soal cerita terkait dengan pecahan juga meningkat. Siklus I siswa yang berada pada kriteria baik sekali sebanyak 2 siswa kriteria baik 3 siswa kriteria cukup baik sebanyak 8 siswa dan kurang baik sebanyak 2 siswa. Pada siklus II siswa yang berada pada kriteria baik sekali sebanyak 3 siswa kriteria baik 4 siswa kriteria cukup baik sebanyak 7 siswa dan kurang baik sebanyak 1 siswa. Peningkatan juga terjadi pada rata-rata kelas siklus I rata-rata kelas meningkat menjadi 55 8 dengan persentase siswa tuntas belajar sebesar 53 3%. Pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 63 dengan persentase siswa tuntas belajar sebesar 60%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan nampak adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran pemecahan masalah. Dengan demikian pembelajaran model Polya dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika agar pendekatan yang digunakan lebih bervariasi dan diharapkan proses pembelajaran lebih baik lagi.